Showing posts with label Racun. Show all posts
Showing posts with label Racun. Show all posts

9/18/2019

Ada 8 Jenis Jamur Paling Mematikan Di Dunia

Ada 8 Jenis Jamur Paling Mematikan Di Dunia




Jamur menjadi salah satu makhluk hidup yang masuk dalam kingdom Fungi, di mana juga menjadi konsumsi manusia dengan khasiat yang baik bagi tubuh. Selain itu jamur menjadi konsumsi utama bagi para vegetarian sebagai pengganti daging karena memiliki tekstur mirip dengan daging dan rasa yang lezat. Namun sebaliknya terdapat beberapa jamur paling berbahaya di dunia dengan racun yang sangat mematikan dan mampu menyebabkan kematian.

Jamur apa sajakah itu, adabaiknya para pecinta jamur mengetahuinya

1. The Death Cap




The Death Cap atau disebut dengan Amanita phalloides termasuk dalam spesies jamur paling berbahaya di Dunia. Jamur ini termasuk salah satu genus Amanita yang tersebar luas di Eropa, serta saat ini bahkan sudah tumbuh di beberapa negara Asia Tengah dan Afrika Utara.

Racun yang terdapat dalam jamur ini sangat berbahaya, yang mana mampu menyebabkan kematian hanya dengan memakan 30 gram bagian dari jamur ini. Selain itu sudah terdapat beberapa korban meninggal dan harus ditransplantasi liver untuk menangani penyebaran racun jamur ini dalam tubuh. 


2. Podostroma Cornu-damae




Podostroma Cornu-damae juga menjadi jamur yang tersebar luas di Jepang dan termasuk jamur paling beracun di Dunia. Jamur yang berasal dari genus Podostroma ini memiliki bentuk yang unik dan memiliki warna merah menyala yang menarik mata. Selain itu, jamur ini sudah menyebabkan berbagai macam kasus keracunan di Jepang yang cukup fatal, meskipun tidak pernah menyebabkan kematian. 


3. Conocybe Filaris




Conocybe filaris adalah spesies jamur yang tersebar luas di pesisir Pasifik Amerika Utara, serta ditemukan juga di Eropa dan Asia. Bentuk fisik dari jamur ini seperti jamur pada umumnya dengan adanya kap dan berwarna kuning kecoklatan serta mampu tumbuh hingga ukuran 3 cm.

Sementara racun yang terkandung dalam jamur ini berupa mycotoxin, seperti halnya dalam jamur death cap. Racun ini menyerang liver manusia dan hewan serta mampu menyebabkan kematian. 

4. Jack O Lantern




Jack O Lantern atau yang juga disebut dengan Omphalotus olearius merupakan jenis jamur beracun yang tersebar di area hutan Eropa dan juga ditemukan di Afrika Selatan serta Amerika Serikat. Spesies jamur ini memiliki warna orange kecoklatan serta memiliki bentuk seperti jamur chanterelles yang dapat dimakan.

Racun yang terkandung dalam jamur ini adalah Illudin S, di mana racun ini dapat mengakibatkan gejala muntah, diare dan keram pada tubuh.

5. Clytocybe Dealbata




Clitocybe dealbata termasuk jenis jamur yang tersebar di Eropa dan Amerika Utara, terutama hidup pada area padang rumput. Bentuk fisik dari jamur ini seperti corong dengan warna putih dan mampu tumbuh hingga berukuran 2-4 cm.

Sedangkan racun yang terkandung di dalamnya berupa muscarine, yang mana menyebabkan keringat berlebih, mual dan diare, maka dari itu jamur ini juga sering disebut dengan sweating mushroom.

6. Deadly Dapperling




Deadly Dapperling atau bernama latin Lepiota brunneoincarnata, yang mana jamur ini tersebar luas di Eropa dan area iklim sedang seperti Asia Tengah dan Tiongkok. Jamur ini tumbuh pada area padang rumput, taman bahkan pekarangan dan sering dikira sebagai jamur yang dapat dimakan.

Kap dari jamur ini mampu berkembang antara 2,7-4 cm dengan warna dominan putih kecoklatan. Selain itu terkandung alpha amanitin, di mana menyebabkan terjadinya permasalahan pencernaan, mual, muntah disertai dengan gangguan liver beberapa hari kemudian.

7. Galerina Marginata




Galerina marginata atau yang juga disebut dengan Autumn Scalp ini menjadi salah satu jamur berbahaya yang tersebar di Amerika Utara, Eropa, Jepang dan Australia. Jamur ini mempunyai warna coklat keputihan dan mampu tumbuh antara 1,7 hingga 4 cm pada batang pohon pinus lapuk.

Sementara racun yang terkandung dalam adalah amatoxin yang mana mampu menyebabkan kerusakan liver dan bertanggung jawab atas beberapa kasus kematian yang ada di Eropa. 


8. Deadly Webcap




Terakhir ada spesies bernama Deadly Webcap, merupakan jamur beracun yang asli dari Eropa dan Amerika Utara, sementara habitatnya berada di area dataran tinggi dengan kelembapan yang tinggi. Kenampakan fisik jamur ini seperti jamur pada umumnya, tetapi memiliki keseluruhan tubuh berwarna coklat.

Jamur bernama latin Cortinarius rubellus ini mempunyai racun mematikan yang mengakibatkan kerusakan ginjal, serta mengharuskan korbannya untuk transplantasi ginjal dalam beberapa tahun ke depan. 


Itulah delapan jamur paling membahayakan di alam. Kalau ketemu, jangan sembarang cabut dan makan ya.

9/04/2019

7 Jenis Jamur yang Aman untuk Disantap

7 Jenis Jamur yang Aman untuk Disantap


Jamur adalah tumbuhan yang tak punya klorofil. Umumnya tumbuh di tempat yang lembab dan cenderung bersifat parasit. Jamur ada yang bisa diolah menjadi masakan, ada pula yang justru mengandung racun. Jamur yang bisa dimasak pada umumnya mengandung aneka nutrisi yang bermanfaat seperti protein, air, kalori, karbohidrat, zat besi, kalsium, vitamin B, vitamin C dan serat.

1. Jamur Kuping


Jamur kuping memiliki tekstur kenyal (mirip gelatin) jika dalam keadaan segar. Namun pada keadaan kering, jamur kuping ini akan menjadi keras seperti tulang muda. Di pasaran, jamur kuping biasa dijual dalam kondisi kering. Sebelum digunakan untuk memasak, ada baiknya rendam jamur kuping kering terlebih dahulu sampai bentuknya kembali seperti semula. Bentuk jamur kuping seperti mangkuk atau cuping seperti kuping, tipis berdaging, dan kenyal.
Pada umumnya jamur kuping berwarna hitam atau coklat kehitaman akan tetapi adapula yang memiliki warna cokelat tua, dan berwarna putih yang dipasaran biasa disebut jamur Karang. Jamur kuping dan jamur karang biasanya diolah menjadi masakan seperti, sayur kimlo, campuran sup, nasi goreng jamur, tauco jamur, sukiyaki, dan bakmi jamur dengan rasa yang lezat dan tekstur lunak yang terasa segar dan kering.

2. Jamur Kancing


Jamur kancing atau champignon, memiliki bentuk yang hampir bulat seperti kancing dan berwarna putih bersih, krem, atau coklat muda. Jamur kancing merupakan jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Ada juga jenis jamur yang satu keluarga dengan jamur kancing, namanya jamur Lince, yang memiliki bentuk hampir sama dengan jamur kancing, namun memiliki batang yang lebih panjang. Di pasaran jamur kancing dapat diperoleh dalam kemasan kaleng dan segar. Jamur ini merupakan jamur yang paling sering diolah dalam segala macam masakan, karena teksturnya yang padat, kenyal dan memiliki rasa yang gurih. Biasanya jamur ini diolah menjadi sup, tumis jamur, campuran dalam saus pasta, dan masakan lainnya.

3. Jamur Merang


Jamur merang yang dapat dikonsumsi adalah jamur merang yang masih muda, bentuknya bulat telur, berwarna cokelat gelap hingga abu-abu dan dilindungi selubung. Jamur merang mempunyai rasa yang enak, gurih, dan tidak mudah berubah wujudnya jika dimasak, sehingga digunakan untuk berbagai macam masakan, seperti mi ayam jamur, tumis jamur, pepes jamur, sup jamur, cap cay, dan masakan lain.

4. Jamur Enoki



Jamur putih dengan bentuk seperti tauge ini memiliki tekstur yang garing dan aroma yang segar. Jamur ini banyak digunakan dalam berbagai masakan sup asal Jepang, Korea, Cina dan Vietnam. Buang bagian akarnya sebelum digunakan dalam masakan.

5. Jamur Shiitake


Di pasaran, jamur shiitake dapat diperoleh dalam kondisi segar atau kering. Jamur shiitake segar biasanya dimakan sebelum payung bagian bawah berubah warna menjadi kehitaman. Batang jamur shiitake agak keras dan umumnya tidak digunakan dalam masakan. Sebagian orang lebih menyukai jamur shiitake kering dibandingkan jamur shiitake segar karena jamur shiitake kering mempunyai aroma yang lebih harum. Sebelum diolah, jamur shiitake kering perlu direndam di dalam air. Di Jepang, jamur shiitake digunakan sebagai isi dari sup miso, digoreng sebagai tempura, campuran chawanmushi, udon, dan berbagai jenis masakan lain. Jamur shiitake juga digoreng hingga garing dan dijual sebagai keripik shiitake. Rusia juga memproduksi jamur shiitake dalam jumlah banyak dan dijual sebagai acar dalam kemasan botol.

6. Jamur Tiram


Siapa sih yang tidak tahu jamur tiram? Pasti tahu dong.
Bentuk jamur ini setengah lingkaran, seperti cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Umumnya tubuh jamur ini berwarna putih dan krem. Biasanya jamur ini diolah menjadi jamur goreng krispi, isian untuk lumpia, aneka sup, dan pepes jamur. Jamur ini memiliki tekstur yang lembut, sehingga ada yang menyebut seperti daging ayam.

7. Jamur Truffle


Boleh dibilang bahwa jamur truffle merupakan jamur yang paling mahal di antara jamur yang bisa dimakan lainnya. Jamur ini sangat eksklusif dan biasa disajikan di restoran-restoran bintang lima. Truffle tumbuh dengan menempel di akar pohon.
Penyebaran spora jamur ini diperoleh melalui fungivora, hewan yang mengkonsumsi jamur-jamuran. Untuk menemukan jamur truffle biasanya butuh bantuan anjing atau babi betina yang memiliki penciuman tajam. Walaupun rupanya tidak secantik jamur-jamur lain, tetapi rasa jamur truffle sangat lezat. Bahkan, jamur ini bisa dihargai sangat mahal di pasaran


Nah, itulah 7 Jenis Jamur yang Aman untuk Disantap. Jadi apa masakan jamur favoritmu?


Sumber : bacaterus.com


Apa sih Itu Jamur ? Baca deh!

Apa sih Itu Jamur ? Baca deh!



Apa Itu Jamur ?

Jamur merupakan organisme eukariotik yang dibagi dalam kingdom tertentu yang disebut fungi. Jamur dibagi dalam 4 divisi, yakni Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina. Ciri-cirinya bersifat eukariotik, dinding sel dilindungi zat kitin, multiseluler atau uniseluler, berukuran mikroskopis sampai makroskopis, bentuk tubuh bervariasi, termasuk organisme heterotrof karena tidak punya klorofil, dan tubuh tersusun dari hifa yang berbentu seperti benang. Terbagi menjadi 3 jenis, yaitu saprofit, parasit, dan mutual.


Ciri-ciri Jamur


Suatu organisme dikelompokkan dalam Kingdom Fungi, jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut.


  • Bersifat eukariotik, artinya inti selnya telah dibungkus oleh membran inti.
  • Pada umumnya, dinding selnya dilindungi oleh zat kitin.
  • Multiseluler atau uniseluler.
  • Berukuran mikroskopis sampai makroskopis.
  • Bentuk tubuhnya bervariasi, mulai bulat, oval, pipih.
  • Termasuk organisme heterotrof karena tidak memiliki klorofil.
  • Tubuhnya tersusun dari hifa yang berbentuk seperti benang (miselium).
  • Jenis-Jenis Jamur



Jamur itu juga dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan cara perolehan nutrisi ,

1. Jamur saprofit, yaitu jamur yang nutrisinya diperoleh dari hasil penguraian organisme lain yang telah mati atau bahan organik lain yang telah membusuk. Tak heran jika jamur jenis ini banyak ditemukan di antara tumpukan sampah atau bangkai.

2. Jamur parasit, yaitu jamur yang mendapatkan nutrisi dari inang yang ditumpanginya. Pada umumnya, jamur jenis ini bersifat merugikan, contohnya jamur penyebab penyakit kulit. Jamur parasit masih dibagi lagi menjadi dua, yaitu parasit obligat dan parasit fakultatif.

  • Jamur parasit obligat hanya dapat hidup di dalam tubuh inang.
  • Jamur parasit fakultatif bisa hidup di dalam maupun di luar inang.
3. Jamur mutual, yaitu jamur yang bersimbiosis dengan organisme lain dan keduanya saling menguntungkan, contohnya liken dan mikoriza.


Klasifikasi Jamur


Jamur atau kingdom Fungi dibagi ke dalam empat divisi, yaitu Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina.

A. Zygomycotina
1. Ciri-ciri Zygomycotina

Suatu jamur termasuk dalam divisi Zyzomycotina jika memiliki ciri-ciri berikut.


  • Alat reproduksi seksual berupa zigospora.
  • Tubuh memiliki banyak inti sel dan terususun atas hifa tanpa sekat. Tiga tipe hifa pada Zygomycotina, yaitu stolon, rizoid, dan sporangiofor.
  • Tidak membentuk tubuh buah.
  • Hidup sebagai saprofit, sebagian ada yang parasit.
  • Habitat di tempat sisa-sisa makhluk hidup.

2. Reproduksi Zygomycotina

Zygomycotina bereproduksi secara seksual dan aseksual.


  • Reproduksi aseksual

Reproduksi aseksual Zygomycotina diawali dengan fragmentasi hifa di mana hifa dewasa terputus dari hifa induk lalu tumbuh menjadi hifa baru. Kemudian, dilanjutkan dengan pembentukan sporangium yang nantinya diakhiri dengan pembentukan miselium baru.


  • Reproduksi seksual

Adapun reproduksi seksual Zygomycotina ditunjukkan oleh gambar berikut.


Reproduksi seksualnya diawali dengan pertemuan antara hifa (+) dan hifa (-). Kedua hifa tersebut akan membentuk gametangium. Jika kondisi lingkungan sesuai, gametangium akan berkembang menjadi zigosporangium. Di dalam zigosporangium akan terbentuk zigospora yang nantinya akan berkecambah membentuk sporangium. Sporangium ini merupakan tempat pembentukan spora. Nah, spora tersebut nantinya akan tersebar di atas tanah lalu membentuk jamur baru.

3. Contoh Organisme Zygomycotina


  • Rhizopus sp berperan dalam pembuatan tempe.
  • Mucor mucedo biasa ditemukan dalam kotoran ternak.
  • Pilobolus sp.
  • Beauveria bassiana.

B. Ascomycotina
1. Ciri-Ciri Ascomycotina


  • Reproduksi seksual menggunakan askospora.
  • Tubuh memiliki inti banyak dan terususun atas hifa bersekat.
  • Multiseluler dan uniseluler.
  • Umumnya hidup sebagai saprofit.

2. Reproduksi Ascomycotina

Ascomycotina bereproduksi secara seksual dan aseksual.


  • Reproduksi aseksual

Reproduksi aseksual Ascomycotina uniseluler dilakukan melalui tunas. Jika tunas terlepas dari sel induk, maka akan terbentuk organisme baru. Reproduksi aseksual Ascomycotina multiseluler dilakukan melalui fragmentasi hifa dan pembentukan konidia.


  • Reproduksi seksual

a. Reproduksi seksual Ascomycotina uniseluler dibentuk melalui askospora, seperti gambar berikut.

Untuk Acomycotina uniseluler, reproduksi seksualnya diawali dengan terjadinya konjugasi antara dua sel haploid yang berbeda jenis. Konjugasi tersebut akan membentuk zigot (2n). Selanjutnya, zigot akan membentuk askus tanpa askokarp sampai terbentuk empat inti haploid. Empat inti haploid tersebut akan menjadi askospora. Nah, askospora itulah yang nantinya akan menjadi jamur baru yang haploid (n). Lalu bagaimana untuk Ascomycotina multiseluler? Berikut ulasannya.

b. Ascomycotina multiseluler melakukan reproduksi seksual melalui askospora. Pembentukan askospora ini pada organisme multiseluler ini berbeda dengan uniseluler.

Reproduksi seksualnya diawali dengan terbentuknya alat reproduksi jantan dan betina melalui hifa (-) dan hifa (+). Hifa (-) akan membentuk askogonium, sedangkan hifa (+) akan membentuk anteredium. Selanjutnya, askogonium akan membentuk saluran ke arah anteredium. Saluran itu menjadi perantara bagi anteredium untuk membuahi askogonium. Lalu, askogonium akan tumbuh menjadi hifa dikarion. Nah, melalui serangkaian proses, hifa dikarion itu nantinya akan menjadi askus, yaitu tempat melekatnya askospora yang bersifat haploid.

3. Contoh Organisme Ascomycotina

a. Ascomycotina uniseluler


  • Saccharomyches sp atau biasa disebut ragi merupakan jamur pembuat tapai.
  • Candida sp, merupakan jamur parasit pada tubuh manusia.

b. Ascomycotina multiseluler


  • Penicillium notatum merupakan antibiotik.
  • Penicillium camemberti untuk pembuatan keju.
  • Aspergillus sp merupakan salah satu jamur yang berfungsi dalam pembuatan kecap, contohnya Aspergillus wentii.
  • Neurospora crassa merupakan jamur yang berperan dalam proses pembuatan oncom.
  • Clavicep purpurea merupakan jamur parasit penyebab penyakit gangren jika dikonsumsi.


C. Basidiomycotina
1. Ciri-Ciri Basidiomycotina


  • Reproduksi seksual menggunakan basidiospora.
  • Tubuhnya tersusun atas hifa bersekat.
  • Multiseluler dan berukuran makroskopis.
  • Beberapa jamur memiliki tubuh buah yang disebut basidiokarp.
  • Umumnya bersifat saprofit, tetapi ada juga yang parasit.
  • Habitat jamur saprofit di serasah tanah, batang kayu yang sudah mati, dan merang padi. Sedangkan jamur parasit hidup di tubuh makhluk hidup.

2. Reproduksi Basidiomycotina


  • Reproduksi aseksual

Reproduksi aseksual pada Basidiomycotina terjadi melalui konidiospora yang ada di ujung konidiofor. Tidak hanya itu, beberapa juga ada yang membentuk kuncup dan fragmentasi miselium.


  • Reproduksi seksual

Reproduksi seksualnya dilakukan dengan basidiospora. Adapun pembentukan basidiospora ditunjukkan oleh gambar berikut.

Reproduksi seksualnya diawali dengan pertemuan antara hifa (+) dan hifa (-). Pertemuan keduanya akan membentuk miselium dengan hifa dikariotik. Miselium ini kemudian akan berkembang menjadi basidiokarp. Permukaan bawah basidiokarp dilapisi oleh sel dikariotik (basidium). Sel dikariotik inilah kemudian akan berkembangg menjadi basidiospora yang bersifat haploid.

3. Contoh Organisme Basidiomycotina


  • Jamur merang (Volvariella volvaceae) merupakan salah satu jenis jamur yang biasa dibudidayakan untuk dikonsumsi sehari-hari. Mungkin Quipperian salah satu penggemar jamur merang ya?
  • Jamur kuping (Auricularia polytricha) merupakan jamur yang berwarna cokelat dengan tekstur permukaan agak kenyal. Jamur ini dinamakan jamur kuping karena bentuknya menyerupai kuping manusia.
  • Jamur tiram (Pleurotus sp) merupakan jamur yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Jamur ini berwarna putih dengan struktur daging cukup tebal.
  • Jamur shitake (Lentinula edodes) merupakan jamur yang dibudidayakan umumnya di Jepang untuk keperluan konsumsi.
  • Jamur karat (Puccinia graminis) merupakan jamur yang tidak memiliki tubuh buah. Umumnya hidup parasit berbentuk seperti karat di dedaunan.

D. Deuteromycotina
Deuteromycotina tergolong sebagai divisi jamur yang unik karena jamur-jamur yang termasuk dalam divisi ini belum diketahui cara reproduksi seksualnya. Tak heran jika Deuteromycotina biasa disebut jamur tak sempurna (Fungi imperfecti).

1. Ciri-ciri Deuteromycotina


  • Tersusun atas hifa bersekat dan dinding selnya terbuat dari kitin.
  • Jarang memiliki tubuh buah dan umumnya berukuran mikroskopis.
  • Bersifat saprofit atau parasit.

2. Reproduksi Deuteromycotina

Reproduksi aseksual Deuteromycotina diawali dengan pembentukan konidia, lalu pembentukan tunas, dan muncul spora dengan benang hifa.

3. Contoh Organisme Deuteromycotina


  • Tinea versicolor merupakan jamur penyebab panu.
  • Epidermophyton floccosum merupakan jamur penyebab infeksi kulit dan kuku pada manusia.
  • Trichophyton sp merupakan jamur penyebab kutu air pada manusia.

Itulah sedikit penjelasan tentang jamur yang ternyata banyak sekali ragamnya. Sebagian di antaranya pun berfungsi bagi kehidupan manusia. Tak heran jika banyak berkembang budidaya jamur di kalangan masyarakat. Mereka berhasil membudidayakan jamur karena memahami betul bagaimana cara reproduksi jamur dan seperti apa habitat tumbuhnya.

Semoga bermanfat ya.