Showing posts with label Jenis. Show all posts
Showing posts with label Jenis. Show all posts

11/02/2019

Serba-serbi Budidaya Jamur Tiram

Serba-serbi Budidaya Jamur Tiram





Jamur tiram atau dalam bahasa latin disebut Pleurotus sp. merupakan salah satu jamur konsumsi yang termasuk dalam Kelas Bosidiomycetes. Nama lain jamur tiram diantaranya adalah shimeji (jepang), Abalon mushroom atau ayster mushroom (Eropa atau Amerika), Supa liat (Jawa Barat). Warna tubuhnya juga bermacam-macam diantaranya putih, kecoklat-coklatan, keabu-abuan, kemerah-merahan, kekuning-kuningan, dan sebagainya sehingga namanya tergantung pada warna tubuhnya. Bila telah semakin tua, apalagi kalau sudah menjadi kering maka jamur tiram akan menjadi liat walaupun terus menerus direbus akan tetap liat. Jenis jamur yang paling banyak dicari adalah yang tumbuh secara alami yaitu biasanya tumbuh pada kayu lunak, seperti karet, kapuk, dan kidamar karena bentuknya besar, berdaging tebal,dan empuk.


Jamur Tiram yang di budidayakan

Jamur tiram yang telah banyak dibudidayakan oleh para petani jamur Indonesia secara umum antara lain :

1. Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). 

Jamur jenis ini memiliki tangkai yang  bercabang-cabang. Seperti juga namanya jamur tiram putih ini memang berwarna putih, tudung jamurnya bulat dengan diameter berkisar antara 3-15 cm. Jamur Tiram Putih sebagaimana jenis  jamur lainnya hidup pada kayu lapuk, serbuk gergaji, limbah daun dan batang jerami, ataupun limbah kapas.

Dinamakan sebagai jamur tiram putih karena mempunyai rasa dan tekstur yang mirip tiram dan memiliki warna putih. Tubuh buah pada jamur ini menyerupai cangkang pada kerang, memiliki tudung yang halus dan dengan panjang 5-15 cm. Saat masih muda, berbentuk seperti kancing kemudian akan berkembang manjadi bentuk pipih. Selain itu ketika masih muda, warna tudungnya yang cokelat gelap kebiru-biruan akan segera menjadi cokelat pucat dan berubah menjadi putih bila telah dewasa. Jamur ini memiliki tangkai yang sangat pendek berwarna putih. Jamur tiram putih sangat popular untuk saat ini. Teksturnya lembut, penampilannya menarik, dan cita rasanya relatif netral sehingga mudah untuk dipadukan pada berbagai masakan.

2. Jamur Tiram Abu-abu (Pleurotus cystidius). 

Jenis jamur tiram ini tangkainya tidak memiliki cabang, memiliki tudung berbentuk bulat dengan diameter lebih kecil dibandingkan dengan tudung jamur tiram putih. Tiram abu-abu keunggulannya yaitu mempunyai rasa manis.

3. Jamur Tiram Raja (Pleurotus umbellatus). 

Atau disebut juga King oyster tidak bercabang, memiliki tudung besar dengan warna kecoklat coklatan dan pecah-pecah pada bagian pinggirnya.

Kandungan Jamur Tiram


  • Kandungan protein jamur tiram rata-rata 3,5-4% dari berat basahnya. Hal tersebut berarti bahwa proteinnya dua kali lipat lebih tinggi bila dibandingkan dengan asparagus dan kubis. Bila dihitung dari berat kering jamur tiram maka kandungan proteinnya adalah 19-35%, sementara pada beras 7,3%, pada gandum 13,2%, pada kedelai 39,1% dan pada susu sapi 25,2%. Jamur tiram juga diketahui mengandung sembilan asam amino esensial yang tidak bisa disintesis dalam tubuh yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin dan fenilalanin.
  • Kandungan lemak jamur tiram setidaknya berkisar 72% dari total asam-asam lemaknya adalah asam lemak tidak jenuh. Jamur tiram juga mengandung sejumlah vitamin penting terutama kelompok vitamin B, vitamin C dan provitamin D yang akan diubah menjadi vitamin D dengan bantuan sinar matahari.
  • Kandungan vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), niasin dan provitamin D2 (ergosterol)-nya cukup tinggi. Jamur merupakan sumber mineral yang baik, Kandungan mineral utama yang tertinggi adalah kalium (K), kemudian fosfor (P), natrium (Na), kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Namun, jamur juga merupakan sumber mineral minor yang baik karena mengandung seng, besi, mangan, molibdenum, kadmium, dan tembaga. Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Mg mencapai 56-70 persen dari total abu, dengan kandungan kalium sangat tinggi mencapai 45 persen. Menurut Chang dan Miles kandungan logam berat itu masih jauh di bawah batas yang ditetapkan dalam undang-undang Fruit Product Order and Prevention of Food Adulteration Act tahun 1954. Oleh karena itu jamur tiram digolongkan sebagai salah satu sayuran yang aman untuk dikonsumsi setiap hari, merupakan sumber yang baik untuk asam-asam amino yang diperlukan oleh tubuh dalam membentuk protein, sumber yang baik untuk vitamin terutama vitamin B1, B2 dan provitamin D2, dan sumber mineral terutama kalium dan fosfor.


Karakteristik Jamur Tiram


  • Jamur tiram cukup adaptif dan bisa hidup pada daerah yang bersuhu antara 10°C s/d 32°C, artinya bila suhu 32°C maka jamur tiram akan tumbuh kurang baik. Adapun pertumbuhan jamur tiram secara optimum adalah pada suhu 25-26 °C. Secara alami daerah di Indonesia yang mempunyai suhu 25°C -26°C terdapat pada daerah dataran tinggi yaitu kira-kira pada daerah dengan ketinggian yang berkisar antara 500-1000 m dpl.
  • Jamur tiram dapat ditumbuh kembangkan secara buatan dengan memanfaatkan media buatan. Media yang umum digunakan adalah serbuk kayu yang dikemas dalam kantong plastik.
  • Pemeliharaan dapat dilakukan di dalam kumbung yang difasilitasi hujan buatan, disusun diatas rak secara vertikal.
  • Pertumbuhan dan produksi jamur tiram sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, sehingga peranan ketekunan pemelihara sangat menentukan.
  • Tubuh buah pada jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin: pleurotus ) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus. Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter tudung antara 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk.  Spora jamur tiram berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.


Di alam bebas, jamur tiram dapat dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan ataupun di daerah yang sejuk. Jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu sehingga tubuh buah jamur tiram sering terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang. Oleh karena itu, saat ingin membudidayakan jamur tiram ini, substrat yang dibuat juga harus memperhatikan habitat alaminya. Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamur tiram adalah serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu.

Jamur tiram, mengalami dua tipe perkembangbiakan selama siklus hidupnya, yaitu secara aseksual maupun secara seksual. Seperti halnya reproduksi aseksual yang terjadi pada jamur pada umumnya yaitu spora yang terbentuk secara endogen pada kantung spora (sporangium), spora aseksual yang disebut konidiospora terbentuk dalam konidium. Sedangkan reproduksi secara seksual terjadi melalui penyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet jantan dan gamet betina membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi primodia dewasa. Spora seksual pada jamur tiram putih, disebut juga basidiospora yang terletak pada kantung basidium.  Mula-mula basidiospora bergerminasi membentuk suatu masa miselium monokaryotik, yaitu miselium dengan inti haploid.

Miselium akan terus tumbuh hingga hifa pada miselium akan berfusi dengan hifa lain yang kompatibel sehingga terjadi plasmogami membentuk hifa dikaryotik. Setelah itu tubuh buah akan terbentuk apabila kondisi lingkungan sesuai ( suhu antara 10-20°C, kelembapan 85-90%, cukup cahaya, dan CO2 1000 ppm).

Terbentuknya tubuh buah diiringi dengan terjadinya kariogami dan meiosis pada basidium. Nukleus haploid hasil meiosis kemudian bermigrasi menuju tetrad basidiospora pada basidium.  Basidium ini terletak pada bilah atau sekat pada tudung jamur dewasa yang jumlahnya banyak (lamela).  Dari spora yang terlepas ini akan berkembang menjadi hifa monokarion. Hifa ini akan memanjangkan filamennya membentuk cabang hasil pembentukan dari dua nukleus dengan dibatasi oleh adanya septum (satu septum satu nukleus). Selanjutnya hifa monokarion akan mengumpul membentuk miselium awal yang berupa jaringan sambung menyambung berwarna putih dan akhirnya akan tumbuh menjadi miselium dewasa (kumpulan hifa dikarion).

Pada tingkatan ini, hifa-hifa mengalami tahapan plasmogami, kariogami dan meiosis sehingga membentuk bakal jamur yang akan tumbuh menjadi jamur dewasa. Jamur dewasa ini dapat langsung dipanen atau juga dipersiapkan untuk kembali menjadi bibit induk.


Manfaat Mengkonsumsi Jamur Tiram


  1. Jamur tiram aman dan baik untuk dikonsumsi setiap hari karena banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Manfaat jamur tiram diantaranya adalah untuk menekan kolesterol jahat di dalam darah, menyerap kelebihan kadar gula dalam darah dan menyeimbangkan metabolisme tubuh.
  2. Sejak berabad-abad lalu, jamur sudah menjadi makanan istimewa sehingga banyak orang menjadi penggemar. Jamur tiram juga diketahui memiliki khasiat obat untuk berbagai jenis penyakit seperti diabetes, lever dan anemia. Jamur tiram juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan karena memiliki serat yang tinggi, sebagai antioksidan yang dapat meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh membantu pencernaan, antikanker, antitumor, antivirus (termasuk AIDS) serta anti jamur, dan antibakteri.
  3. Sudah menjadi kebudayaan turun-temurun bagi masyarakat Jepang dan Cina untuk melengkapi menu dengan jamur. Bukan saja kelezatan rasa, tetapi juga nilai gizinya yang tinggi. Orang Yunani kuno percaya, makan jamur dapat menyebabkan seseorang menjadi lebih kuat dan sehat. Firaun, Raja Mesir yang terkenal sangat keji, diceritakan sangat suka makan jamur. Saking istimewanya jamur sampai-sampai raja menyebut jamur sebagai makanan para dewa.
  4. Tidak hanya menyedapkan, jamur mempunyai kandungan gizi yang cukup baik. Komposisi yang terkandung pada jamur tergantung jenis dan tempat tumbuhnya. Saat ini beberapa jamur dikembangkan sebagai obat untuk melawan kanker, kolesterol, dan AIDS. Senyawa aktif yang terkandung dalam jamur dikabarkan dapat berperan sebagai antijamur, antibakteri, dan antivirus serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat membunuh serangga dan nematoda. Pada tahun 1960, para peneliti berhasil menemukan pengaruh beberapa jamur sebagai antitumor. Komponen aktif yang dimaksud adalah polysaccharida, khususnya Beta - D - Glucans. Sebagai standardisasi produk dari jamur tiram disebut bahwa Plovastin berfungsi sebagai suplemen penurun kolesterol. Komponen aktif dari Plovastin adalah statin yang diketahui secara baik mampu menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia.
  5. Berdasarkan hasil penelitian Bobek dari Research Institute of  Nutrition Bratislava tentang "Natural products with hypolipemic and anti oxidant effect". Telah dilakukan studi pada sebuah grup sejumlah 57 laki-laki: perempuan = 1:1, dengan kasus hyperlipoproteinemia. Selama satu bulan penelitian, mereka mengonsumsi 10 gram jamur tiram secara teratur. Kesimpulan, secara statistik sangat bagus, yakni terjadi penurunan kolesterol dan serum 12,6% dan triglycerol turun 27,2%. Jamur tiram juga mempunyai efek antioksidan yaitu ditunjukkan dengan turunnya hasil peroksidasi di dalam eritrosit.
  6. Secara alami Beta-1,3/1-6-Glucan berasal dari polysaccharida yang secara intensif dipelajari sejak tahun 1950 sebagai antitumor serta perangkat immunostimulating yaitu perangkat untuk pemicu kekebalan. Pleuran adalah Beta- 1,3/1-6-Glucan yang diisolasi dari jamur tiram dengan kandungan polysaccharida tinggi, biasa digunakan untuk cream, salep, suspensi, dan bedak untuk perawatan wajah di dunia oleh peneliti dan perusahaan kosmetik untuk formulasinya (Contoh; Estee Lauder dan Clinique). Konsentrasi 0,5-2,00%. Perawatan wajah tersebut berguna untuk mengikat air, melembabkan kulit dan anti-inflamasi. Percobaan yang dilakukan pada 121 pasien berjerawat kronis, diberikan setiap hari selama 21 hari, hasilnya 73,5% kondisinya membaik, 18,2% sembuh total (Kuniak et al, 1995. Faculty of Pharmacy and STV, Batislava, Slovak Republic in Beta Glucan Health Center.


Sumber :

Serba Serbi Jamur Tiram
Oleh: Iqbal Nurul Azhar & Yunin H
Buku Serba-Serbi Bertani Jamur Tiram, 2015. Bangkalan: UTM Press

9/13/2019

Manfaat Jamur Shitake Yang Mengejutkan

Manfaat Jamur Shitake Yang Mengejutkan


Jamur pada dasarnya bukanlah buah atau sayuran, bahkan tidak termasuk pada kategori tumbuhan karena tidak memiliki daun dan akar. Jamur termasuk dalam tipe parasit fungus yang dapat tumbuh pada organisme lainnya termasuk manusia dan tumbuhan. Namun tidak semua jamur merugikan, beberapa jenis jamur kaya akan nutrisi dan dapat dimakan salah satunya jamur shiitake (hioko) atau yang juga sering ditulis sebagai jamur shitake.

Apa itu jamur shitake?

Jamur shitake adalah salah satu jenis jamur yang dapat dikonsumsi dan sudah terkenal selama ribuan tahun. Kebiasaan konsumsi jamur shitake bermula pada wilayah Asia Timur di mana selain sebagai bahan makanan, jenis jamur ini juga digunakan sebagai bahan obat-obatan.  Jamur shitake pada umumnya dikenal memiliki efek antiviral dan antibakterial serta dapat memperbaiki inflamasi.

Kandungan nutrisi pada jamur shitake

Satu butir jamur siitake pada umumnya memiliki ukuran 5-10 cm dengan berat sekitar empat gram. Setiap 15 gram jamur shitake mengandung empat kalori yang berasal dari serat dan gula, serta mengandung satu gram protein. Dengan jumlah takaran yang sama, jamur shitake juga membantu memenuhi kebutuhan harian dari vitamin dan mineral di antaranya:


  • Vitamin B2 – mencukupi 11% kebutuhan harian
  • Vitamin B3 – mencukupi 11% kebutuhan harian
  • Vitamin B5 – mencukupi 33% kebutuhan harian
  • Vitamin B6 – mencukupi 7% kebutuhan harian
  • Vitamin D – mencukupi 6% kebutuhan harian
  • Selenium – mencukupi 10% kebutuhan harian
  • Tembaga – mencukupi 39% kebutuhan harian
  • Mangan – mencukupi 9%  kebutuhan harian
  • Zinc – mencukupi 8%  kebutuhan harian
  • Folat – mencukupi  6% kebutuhan harian

Manfaat jamur shiitake bagi kesehatan

Manfaat kesehatan utama dari konsumsi jamur shiitake berasal dari kandungan nutrisi penting dan beberapa komponen senyawa yang terkandung di dalamnya. Berikut beberapa manfaat kesehatan dari konsumsi jamur shiitake:


  1. Menjaga kesehatan jantung – jamur shiitake memiliki komponen khusus untuk membantu mengontrol kolesterol darah di antaranya eritadenine (menegah pembentukan kolesterol berlebih), sterols (mencegah penyerapan kolesterol) dan beta-glucan (jenis serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol).
  2. Memperkuat sistem imun tubuh – hal dikarenakan terdapat beberapa komponen seperti serat  dan beberapa senyawa seperti asam oksalat, lentinan, centinamycin (anti-bakteri) serta eritadenine (antivirus) yang terdapat dalam jamur. Karena kandungan yang cukup banyak untuk melawan kuman, para peneliti juga berpendapat bahwa obat yang berasal dari jamur shitake dapat menjadi alternatif penggunaan antibiotik.
  3. Mencegah kanker – lentinan yang merupakan salah satu kandungan jamur shiitake dikenal sebagai zat anti-inflamasi yang efektif dalam memperbaiki kerusakan tubuh. The American Cancer Society juga berpendapat lentinan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan efeknya akan lebih kuat apabila sel kanker tersebut masih dalam fase tumor.
  4. Mencegah obesitas – komponen jamur shiitake seperti eritadenin memiliki efek mengurangi lemak, disamping itu, komponen b-glucan juga dapat meningkatkan rasa kenyang dalam mengurangi penyepan lemak. Salah satu penelitian pada tikus obesitas menunjukan asupan serbuk jamur shiitake dapat mengurangi timbunan dan masa lemak pada tubuh tikus tersebut hingga 35%.
  5. Menjaga kesehatan otak – jamur shiitake memiliki kandungan vitamin B yang cukup tinggi sehingga cukup mengatasi gangguan kognitif akibat defisiensi vitamin B. Konsumsi jamur shitake dapat membantu keseimbangan hormon otak dan membantu otak dalam berkonsentrasi.

Cara mengonsumsi jamur shitake

Jamur shiitake pada umumnya dijual dengan keadaan dikeringkan, sehingga perlu direbus dalam air hangat sebelum diolah.  Jika Anda membeli dalam bentuk segar, pada umumnya bagian stem atau batang jamur tidak dimakan. Jamur shiitake dapat diolah menjadi tumisan ataupun dimasak dijadikan sup.

Namun perlu diingat bahwa kandungan senyawa dan vitamin dari jamur shiitake akan mudah berkurang apabila dimasak dalam suhu terlalu panas. Semakin sedikit proses pemasakan semakin mungkin kandungan nutrisi jamur yang bertahan. Jamur shitake juga dapat dikonsumsi mental namun pastikan bahwa sudah dicuci bersih.

Pada umumnya jamur shitake aman untuk dikonsumsi siapa saja. Pada beberapa orang, lentinan dapat memicu reaksi alergi pada kulit atau yang dikenal dengan shiitake dermatitis. Kondisi tersebut juga dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi jamur shiitake terus-menerus dalam waktu yang lama. Selain itu juga terdapat reaksi alergi lainnya seperti sakit perut dan memicu pembengkakkan persendian pada penderita encok.

Wah, Ternyata Ada Jamur Bercahaya!

Wah, Ternyata Ada Jamur Bercahaya!



Ternyata ada loh jamur yang bisa mengeluarkan cahaya di kegelapan atau bisa disebut glow in the dark. Jamur ini ditemukan oleh Ahli Jamur asal Belanda, Luis Morgardo dibantu Jozsef Geml yang seorang Profesor Universitas Leiden sekaligus Peneliti di Herbarium Nasional BElanda.


Jamur ini menghasilkan cahaya langka akan tetapi eksis di belahan dunia tertentu. Fenomena ini disebut bioluminescenc dan hanya bisa dilihat di daerah yang gelap di dalam hutan.

Menurut Morgardo, bioluminescenc pada jamur merupakan hasil dari proses oksidasi dan belum didokumentasikan dengan baik. Bioluminescenc merupakan strategi jamur untuk menarik serangga sehingga dapat menyebarkan sporanya. Di hutan hujan tropis yang minim angin untuk menyebarkan spora, serangga sangat berharga.

Keren juga yah misal ada banyak. Mungkin serasa di dunia Avatar di planet Titan haha.

Rusty Bleeding Tooth Fungus (Jamur Gigi Darah)

Rusty Bleeding Tooth Fungus (Jamur Gigi Darah)



Ya Rusty Bleeding Tooth Fungus (Jamur Gigi Darah)-Dikenal secara ilmiah sebagai hydnellum peckii, jamur gigi berdarah muda itu mendapatkan namanya dari fakta bahwa cairan merah kental mengalir melalui pori-porinya, menciptakan penampilan darah.

Hydnellum peckii adalah jamur yang tidak dapat dimakan, dan anggota dari genus Hydnellum dari famili Bankeraceae. Jamur ini adalah spesies hydnoid, menghasilkan spora pada permukaan vertikal duri atau gigi seperti proyeksi yang menggantung dari permukaan bawah tubuh buah. Jamur ini ditemukan di Amerika Utara, Eropa, dan baru-baru ini ditemukan di Iran (2008) dan Korea (2010). Hydnellum peckii adalah spesies mikoriza, dan bentuk hubungan yang saling menguntungkan dengan berbagai pohon konifer, tumbuh di tanah sendiri-sendiri, tersebar, atau dalam massa menyatu.

Rusty bleeding tooth fungus paling sering ditemukan di kawasan hutan di Eropa dan Amerika Utara.
Meskipun jamur mudah dikenali ketika muda, mereka menjadi gelap dan sulit dikenali saat menua.
Fitur lain yang tidak biasa adalah fakta bahwa jamur memiliki duri seperti taring di bagian bawah tutupnya.

Hydnellum peckii


Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Fungi
Filum: Basidiomycota
Kelas: Agaricomycetes
Ordo: Thelephorales
Famili: Bankeraceae
Genus: Hydnellum
Spesies: H. peckii

Nama binomialHydnellum peckii
Banker
Sinonim
Calodon peckii (Banker) Snell & E.A. Dick
Hydnum peckii (Banker) Sacc.

Meskipun penampilannya mengerikan, jamur ini sebenarnya bisa dimakan tetapi para ahli menyarankan untuk tidak memakannya, karena jamur ini memiliki rasa yang sangat pahit dan pedas.

9/04/2019

7 Jenis Jamur yang Aman untuk Disantap

7 Jenis Jamur yang Aman untuk Disantap


Jamur adalah tumbuhan yang tak punya klorofil. Umumnya tumbuh di tempat yang lembab dan cenderung bersifat parasit. Jamur ada yang bisa diolah menjadi masakan, ada pula yang justru mengandung racun. Jamur yang bisa dimasak pada umumnya mengandung aneka nutrisi yang bermanfaat seperti protein, air, kalori, karbohidrat, zat besi, kalsium, vitamin B, vitamin C dan serat.

1. Jamur Kuping


Jamur kuping memiliki tekstur kenyal (mirip gelatin) jika dalam keadaan segar. Namun pada keadaan kering, jamur kuping ini akan menjadi keras seperti tulang muda. Di pasaran, jamur kuping biasa dijual dalam kondisi kering. Sebelum digunakan untuk memasak, ada baiknya rendam jamur kuping kering terlebih dahulu sampai bentuknya kembali seperti semula. Bentuk jamur kuping seperti mangkuk atau cuping seperti kuping, tipis berdaging, dan kenyal.
Pada umumnya jamur kuping berwarna hitam atau coklat kehitaman akan tetapi adapula yang memiliki warna cokelat tua, dan berwarna putih yang dipasaran biasa disebut jamur Karang. Jamur kuping dan jamur karang biasanya diolah menjadi masakan seperti, sayur kimlo, campuran sup, nasi goreng jamur, tauco jamur, sukiyaki, dan bakmi jamur dengan rasa yang lezat dan tekstur lunak yang terasa segar dan kering.

2. Jamur Kancing


Jamur kancing atau champignon, memiliki bentuk yang hampir bulat seperti kancing dan berwarna putih bersih, krem, atau coklat muda. Jamur kancing merupakan jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Ada juga jenis jamur yang satu keluarga dengan jamur kancing, namanya jamur Lince, yang memiliki bentuk hampir sama dengan jamur kancing, namun memiliki batang yang lebih panjang. Di pasaran jamur kancing dapat diperoleh dalam kemasan kaleng dan segar. Jamur ini merupakan jamur yang paling sering diolah dalam segala macam masakan, karena teksturnya yang padat, kenyal dan memiliki rasa yang gurih. Biasanya jamur ini diolah menjadi sup, tumis jamur, campuran dalam saus pasta, dan masakan lainnya.

3. Jamur Merang


Jamur merang yang dapat dikonsumsi adalah jamur merang yang masih muda, bentuknya bulat telur, berwarna cokelat gelap hingga abu-abu dan dilindungi selubung. Jamur merang mempunyai rasa yang enak, gurih, dan tidak mudah berubah wujudnya jika dimasak, sehingga digunakan untuk berbagai macam masakan, seperti mi ayam jamur, tumis jamur, pepes jamur, sup jamur, cap cay, dan masakan lain.

4. Jamur Enoki



Jamur putih dengan bentuk seperti tauge ini memiliki tekstur yang garing dan aroma yang segar. Jamur ini banyak digunakan dalam berbagai masakan sup asal Jepang, Korea, Cina dan Vietnam. Buang bagian akarnya sebelum digunakan dalam masakan.

5. Jamur Shiitake


Di pasaran, jamur shiitake dapat diperoleh dalam kondisi segar atau kering. Jamur shiitake segar biasanya dimakan sebelum payung bagian bawah berubah warna menjadi kehitaman. Batang jamur shiitake agak keras dan umumnya tidak digunakan dalam masakan. Sebagian orang lebih menyukai jamur shiitake kering dibandingkan jamur shiitake segar karena jamur shiitake kering mempunyai aroma yang lebih harum. Sebelum diolah, jamur shiitake kering perlu direndam di dalam air. Di Jepang, jamur shiitake digunakan sebagai isi dari sup miso, digoreng sebagai tempura, campuran chawanmushi, udon, dan berbagai jenis masakan lain. Jamur shiitake juga digoreng hingga garing dan dijual sebagai keripik shiitake. Rusia juga memproduksi jamur shiitake dalam jumlah banyak dan dijual sebagai acar dalam kemasan botol.

6. Jamur Tiram


Siapa sih yang tidak tahu jamur tiram? Pasti tahu dong.
Bentuk jamur ini setengah lingkaran, seperti cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Umumnya tubuh jamur ini berwarna putih dan krem. Biasanya jamur ini diolah menjadi jamur goreng krispi, isian untuk lumpia, aneka sup, dan pepes jamur. Jamur ini memiliki tekstur yang lembut, sehingga ada yang menyebut seperti daging ayam.

7. Jamur Truffle


Boleh dibilang bahwa jamur truffle merupakan jamur yang paling mahal di antara jamur yang bisa dimakan lainnya. Jamur ini sangat eksklusif dan biasa disajikan di restoran-restoran bintang lima. Truffle tumbuh dengan menempel di akar pohon.
Penyebaran spora jamur ini diperoleh melalui fungivora, hewan yang mengkonsumsi jamur-jamuran. Untuk menemukan jamur truffle biasanya butuh bantuan anjing atau babi betina yang memiliki penciuman tajam. Walaupun rupanya tidak secantik jamur-jamur lain, tetapi rasa jamur truffle sangat lezat. Bahkan, jamur ini bisa dihargai sangat mahal di pasaran


Nah, itulah 7 Jenis Jamur yang Aman untuk Disantap. Jadi apa masakan jamur favoritmu?


Sumber : bacaterus.com