Showing posts with label Olahan. Show all posts
Showing posts with label Olahan. Show all posts

11/11/2019

Alasan Kenapa Jamur Truffle Mahal Dan Cara Budidaya Secara Alami

Alasan Kenapa Jamur Truffle Mahal Dan Cara Budidaya Secara Alami





Truffle adalah bagian yang membesar dari jamur Ascomycetes, yang merupakan salah satu spesies jamur dari genus Tuber. Truffle adalah jamur ectomycorrhizal, dan dengan demikian biasanya ditemukan menempel ke akar pohon. Penyebaran sporanya didapat melalui fungivora, hewan yang memakan jamur-jamuran.

Truffle terkenal dan berharga tinggi dalam budaya kuliner Eropa dengan perannya sebagai penyedap makanan. Ahli tata boga Jean Anthelme Brillat-Savarin menyebut truffle sebagai "intannya dapur". Truffle sangat dihargai dalam masakan Prancis, Kroasia, Georgia, Bulgaria, Yunani, Italia, Timur Tengah, dan Spanyol, sebagaimana juga sangat dihargai dalam kuliner tingkat tinggi dunia.

Alasan Kenapa Jamur Truffle Mahal 

Meskipun tumbuh dengan cara yang sama, jamur truffle memiliki beberapa jenis. Beberapa yang paling dikenal adalah winter white, winter black, muscat black, musky black, Chinese black, Himalayan black, summer black, autumn black, dan white truffle. Bahkan terdapat lebih banyak lagi jenis jamur truffle, namun tidak semuanya dapat dikonsumsi. Jamur truffle jenis tertentu memiliki rasa yang buruk atau tidak berasa sama sekali.

Lantas, mengapa jamur truffle sangat mahal harganya? Alasan pertama karena truffle hanya dapat tumbuh dengan kondisi tanah dan udara tertentu. Truffle biasanya tumbuh di tempat dengan suhu yang lembab dan hangat pada siang hari dan dingin dimalam hari.

Jamur truffle juga hanya tumbuh di jenis pohon tertentu seperti pohon pinus, ek, dan hazel. Daerah-daerah di Italia dan Prancis dikenal sebagai habitat yang baik bagi truffle, namun beberapa jenis juga tumbuh di Pasifik Barat Laut dan Australia. Jamur ini tumbuh dengan lambat, memiliki musim yang singkat, dan tidak tahan lama ketika sudah diangkat dari tanah. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa jamur truffle membutuhkan waktu selama 4-6 tahun untuk tumbuh.

Setelah tumbuh, tahap selanjutnya adalah menemukan letak truffle. Pemburu jamur truffle dibantu oleh binatang dengan indera penciuman yang tajam untuk menemukannya. Saat memasuki tahap dewasa, jamur truffle secara alami akan mengeluarkan aroma yang dapat menarik hewan tertentu seperti babi.

Meski pun membantu, babi juga menimbulkan masalah karena kerap memakan truffle yang ditemukan. Karenanya, para pembudidaya truffle melatih anjing untuk berburu. Belum selesai sampai di situ, ketika sudah di temukan, tanah akan digali dengan hati-hati untuk mengangkat trufflenya. Beragam proses yang dilakukan dengan sangat hati-hati membuat harga jamur ini sangat tinggi.

Konsumen mendeskripsikan bahwa jamur truffle memberikan rasa umami dan sedikit aroma jamur yang lezat. Namun perlu diingat bahwa semakin lama truffle disimpan, semakin berkurang rasanya. Rasa yang khas membuat orang rela merogoh kocek yang tinggi untuk menikmatinya.

Meski begitu, tidak semua harga truffle setara. Jamur ini yang paling rendah harganya adalah jenis black truffle karena durasi panennya yang lebih lama, dapat dibekukan, dan tidak selangka jenis yang lain. Sementara, rekor harga tertinggi dipegang oleh white truffle. White truffle sangat langka dan tidak mudah diawetkan serta mengandung rasa yang sangat kuat. White truffle Eropa dibandrol seharga USD 3600 atau sekitar Rp 50,6 juta per 450 gram.


6 Cara Budidaya Jamur Truffle di Indonesia Secara Alami

Cara budidaya jamur truffle di Indonesia menjadi salah satu trend dalam budidaya jamur. Meskipun relatif sulit, namun tentunya jika kita memiliki pengetahuan serta juga skill yang mumpuni bukan berarti kita tidak akan mampu untuk melakukannya hingga mencapai keberhasilan.

Perlu di ketahui juga bahwa jakur truffle bagi sebagian kalangan masyarakat Indonesia belum cukup familiar. Sebab, jamur ini lebih dikenal sebagai hidangan yang melengkapi sebagian besar masakan eropa. Sehingga mayoritas konsumen jamur truffle berada di daratan eropa.

Adapun caranya yaitu :

1. Kenali Jenis Truffle

Sebelum mulai membudidayakan truffle maka tentu anda harus mengenali jamur yang yang satu ini. Sebab pastinya mulai dari karakter dan cara hidupnya akan berbeda dengan jenis jamur pada umumnya misal cara budidaya baglog jamur tiram atau juga cara budidaya jamur barat yang sudah umum di budidayakan. Di dunia sendiri khususnya masyarakat eropa mengenal dua jenis truffle, yakni truffle putih dan juga truffle hitam.

Namun dari kedua jenis tersebut yang paling digandrungi adalah jenis truffle putih yang dianggap lebih memiliki aroma yang tajam. Asal anda tahu bahwa jamur truffle inu bukan dikonsumsi dalam bentu sajian, namun hanya ditambahkan kedalam jenis makanan untuk memperkaya raaa dan juga aroma hidangan. Padahal jumlah yang ditambahkan hanya sedikit, namun itupun harganya sudah selangit.

Jamur truffle hitam dengan nama latin Tuber melanosporum jika dirupiahkan harga perkilonya mencapai 30 juta rupiah, sedangkan jamur truffle putih dengan nama latin Tuber magnatum harga perkilonya bisa mencapai 120 juta rupiah. Wah wah sudah seperti harga rumah ya, maka dari itu juga konsumen jamur ini jumlahnya terbatas sebab hanya menyisir kaum milyader dan elit yang rela merogoh kocek dalam dalam untuk menikmati sajian dari jamur truffle. Saking mahalnya sampai sampai truffle menjadi salah satu jenis makanan yang termasuk makanan termahal di dunia.

Tentu saja hal ini menambah gengsindari pada penikmatnya. Semaiin mahal harganya maka akan semakin diburu. Selain itu juga, tingkat kesulitan mendapatkan jamur truffle juga tidak bisa dipandang remeh. pemburu profesional saja kini mulai cukup kesulitan mendapatkan jamur truffle alami di alam bebas karena saking mahal harganya maka orang orang mulai berlomba mendapatkannya. Namun pastinya mendapatkan jamur truffle yang berkualitas bukan hal mudah, sebab minimal harus berusia dua tahun agar menghasilkan aroma yang khas, semakin lama umur jamur tersebut maka akan semakin mahal dan disukai konsumen.

2. Kenali Karakteristiknya


Langkah kedua adalah memahami karakteristik hidup dari si jamur truffle ini. Dimana jamur truffle selalu bersimbiosis dengan akar tanaman pohon oak. Tidah hanya iti saja ada beberapa hal yang juga harus anda ketahui, antara lain adalah :

  • Kondisi lingkungan harus di buat spesifik, dalam artian di habitat alaminya jamur truffle akan ditemukan di pedalaman hutan belantara yang masih alami serta juga lembab.
  • Wilayah tempat tumbuh bukanlah daerah dengan kondisi yang ekstrim, sehingga sebetulnya tidak direkomendasikan melakkukan budidaya di indonesia.
  • Sebab dengab kondisi cuaca yang tak menentu seperti saat ini maka faktor dan resiko kegagalan juga akan relatif besar.
  • Kondisi tanah harus subur dan gembur serta tidak mendapatkan paparan cahaya matahari penuh.
  • Habitat asli jamur truffle adalah negara yang memiliki 4 musim.
  • Lokasi paling ideal yang bisa menjadi referensi adalah daerah alba Italia. 

3. Pemilihan Lokasi Budidaya


Cara budidaya jamur truffle di indonesia yang selanjutnya adalah berkaitan dengan apa yang sudah di uraikan pada nomor dua. Bahwa sebaiknya pemilihan lokasi budidaya harus benar benar diperhatikan seperti pjuga pada cara budidaya jamur tiram f1. Sebab, jika tidak maka tentu budidaya hanya akan sia sia saja. Apalagi jamur truffle sendiri sangat begitu sensitif terutama terhadap perubahan cuaca. Oleh karena itu, sebisa mungkin pilih daerah dengan kondisi cuaca, geografis, tanah dan bentang alam yang mendukung sehingga budidaya anda tidak akan sia sia dan dapat memberikan hasil yang optimal.

4. Penanaman Pohon Oak


Sebagaimana yang telah dijelaskan pada poin awal bahwa jamur truffle merupakan jenis jamur yang tumbuh dan bersimbiosis dengan tanaman akar ek atau oak.

Maka tentu untuk mulai membudidayakannya anda harus menanam pohon Oak terlebih dahulu, dengan demikian maka secara alami diharapkan jamur truffle akan dapat tumbuh seperti juga dilakukan pada cara budidaya jamur merang dengan serbuk kayu .  Adapun cara untuk melakukan penanaman pohok Oak adalah sebagai berikut :

  • Buat lubang tanam dengan jarak 3-3,5 meter pertanaman.
  • Kemudian tanamkan bibit kedalam lubang tanam dan tambahkan pupuk kandang.
  • Tanaman oak sendiri merupakan jenis tanaman yang dapat tumbuh di hampir semua wilayah belahan bumi termasuk juga indonesia.
  • Untuk bibitnya anda bisa mendapatkan atau memesan pada toko bibit yang menyediakannya.
  • Batang tanaman oak dapat tumbuh sangat besar dan tinggi, karenanya sebaiknya di tanam pada lokasi dan lahan terbuka agar tidak menganggu. 

5. Perawatan Dan Pemeliharaan


Dalam setiap budidaya, perawatan dan pemeliharaan juga wajib dilakukan. Apalagi dalam budidaya ini bisa memakan durasi waktu yang panjang. Sehingga perawatan dan pemeliharaan harus terus dilakukan seperti yang juga dilakukan pada cara budidaya jamur merang alami . Tentunya ada 3 hal yang harus dilakukan antara lain :

  • Pengairan atau penyiraman wajib dilakukan untuk membuat tanaman dapat bertahan hidup. Apalagi pada saat awal masa pertumbuhan maka pengairan wajib dilakukan. Serta juga pada musin kering, penyiraman ini berfungsi untuk menjaga agar tanah tetap lembab, sehingga tanaman tidak mengalami kekeringan.
  • Penyiangan dilakukan untuk menyingkirkan tanaman penganggu seperti gulma atau rumout liar. Minimal penyiangan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Hal ini juga untuk mengantisipasi agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.
  • Pemupukan diberikan untuk memastikan tanaman tumbuh subur. Caranya adalah dengan memberikan tambahan unsur hara melalalui akar tanaman. Dapat diberikan langsung dengan ditabur atau juga dilarutkan bersamaan dengan proses penyiraman. Pupuk yang lazim diberikan adalah pupuk NPK Lengkap yang memiliki kandungan Nitrogen, Posfor dan Kalium.

6. Panen


Dari budidaya yang sudah dilakukan oleh Dr. Paul Thomas di Inggris, panen pertama mulai dapat dilakukan saat tanaman oak berusia 10 tahun. Maka anda harus cukup sabar menantinya, untuk memeprmudah anda bisa menggunakan bantuan dari indera penciuman anjing yang sudah terlatih atau babi betina.

Nah, itulah tadi Alasan Kenapa Jamur Truffle Mahal Dan Cara Budidaya Secara Alami. Selamat mencoba dan semoga artikel ini dapat bermanfaat.

9/13/2019

Manfaat Jamur Shitake Yang Mengejutkan

Manfaat Jamur Shitake Yang Mengejutkan


Jamur pada dasarnya bukanlah buah atau sayuran, bahkan tidak termasuk pada kategori tumbuhan karena tidak memiliki daun dan akar. Jamur termasuk dalam tipe parasit fungus yang dapat tumbuh pada organisme lainnya termasuk manusia dan tumbuhan. Namun tidak semua jamur merugikan, beberapa jenis jamur kaya akan nutrisi dan dapat dimakan salah satunya jamur shiitake (hioko) atau yang juga sering ditulis sebagai jamur shitake.

Apa itu jamur shitake?

Jamur shitake adalah salah satu jenis jamur yang dapat dikonsumsi dan sudah terkenal selama ribuan tahun. Kebiasaan konsumsi jamur shitake bermula pada wilayah Asia Timur di mana selain sebagai bahan makanan, jenis jamur ini juga digunakan sebagai bahan obat-obatan.  Jamur shitake pada umumnya dikenal memiliki efek antiviral dan antibakterial serta dapat memperbaiki inflamasi.

Kandungan nutrisi pada jamur shitake

Satu butir jamur siitake pada umumnya memiliki ukuran 5-10 cm dengan berat sekitar empat gram. Setiap 15 gram jamur shitake mengandung empat kalori yang berasal dari serat dan gula, serta mengandung satu gram protein. Dengan jumlah takaran yang sama, jamur shitake juga membantu memenuhi kebutuhan harian dari vitamin dan mineral di antaranya:


  • Vitamin B2 – mencukupi 11% kebutuhan harian
  • Vitamin B3 – mencukupi 11% kebutuhan harian
  • Vitamin B5 – mencukupi 33% kebutuhan harian
  • Vitamin B6 – mencukupi 7% kebutuhan harian
  • Vitamin D – mencukupi 6% kebutuhan harian
  • Selenium – mencukupi 10% kebutuhan harian
  • Tembaga – mencukupi 39% kebutuhan harian
  • Mangan – mencukupi 9%  kebutuhan harian
  • Zinc – mencukupi 8%  kebutuhan harian
  • Folat – mencukupi  6% kebutuhan harian

Manfaat jamur shiitake bagi kesehatan

Manfaat kesehatan utama dari konsumsi jamur shiitake berasal dari kandungan nutrisi penting dan beberapa komponen senyawa yang terkandung di dalamnya. Berikut beberapa manfaat kesehatan dari konsumsi jamur shiitake:


  1. Menjaga kesehatan jantung – jamur shiitake memiliki komponen khusus untuk membantu mengontrol kolesterol darah di antaranya eritadenine (menegah pembentukan kolesterol berlebih), sterols (mencegah penyerapan kolesterol) dan beta-glucan (jenis serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol).
  2. Memperkuat sistem imun tubuh – hal dikarenakan terdapat beberapa komponen seperti serat  dan beberapa senyawa seperti asam oksalat, lentinan, centinamycin (anti-bakteri) serta eritadenine (antivirus) yang terdapat dalam jamur. Karena kandungan yang cukup banyak untuk melawan kuman, para peneliti juga berpendapat bahwa obat yang berasal dari jamur shitake dapat menjadi alternatif penggunaan antibiotik.
  3. Mencegah kanker – lentinan yang merupakan salah satu kandungan jamur shiitake dikenal sebagai zat anti-inflamasi yang efektif dalam memperbaiki kerusakan tubuh. The American Cancer Society juga berpendapat lentinan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan efeknya akan lebih kuat apabila sel kanker tersebut masih dalam fase tumor.
  4. Mencegah obesitas – komponen jamur shiitake seperti eritadenin memiliki efek mengurangi lemak, disamping itu, komponen b-glucan juga dapat meningkatkan rasa kenyang dalam mengurangi penyepan lemak. Salah satu penelitian pada tikus obesitas menunjukan asupan serbuk jamur shiitake dapat mengurangi timbunan dan masa lemak pada tubuh tikus tersebut hingga 35%.
  5. Menjaga kesehatan otak – jamur shiitake memiliki kandungan vitamin B yang cukup tinggi sehingga cukup mengatasi gangguan kognitif akibat defisiensi vitamin B. Konsumsi jamur shitake dapat membantu keseimbangan hormon otak dan membantu otak dalam berkonsentrasi.

Cara mengonsumsi jamur shitake

Jamur shiitake pada umumnya dijual dengan keadaan dikeringkan, sehingga perlu direbus dalam air hangat sebelum diolah.  Jika Anda membeli dalam bentuk segar, pada umumnya bagian stem atau batang jamur tidak dimakan. Jamur shiitake dapat diolah menjadi tumisan ataupun dimasak dijadikan sup.

Namun perlu diingat bahwa kandungan senyawa dan vitamin dari jamur shiitake akan mudah berkurang apabila dimasak dalam suhu terlalu panas. Semakin sedikit proses pemasakan semakin mungkin kandungan nutrisi jamur yang bertahan. Jamur shitake juga dapat dikonsumsi mental namun pastikan bahwa sudah dicuci bersih.

Pada umumnya jamur shitake aman untuk dikonsumsi siapa saja. Pada beberapa orang, lentinan dapat memicu reaksi alergi pada kulit atau yang dikenal dengan shiitake dermatitis. Kondisi tersebut juga dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi jamur shiitake terus-menerus dalam waktu yang lama. Selain itu juga terdapat reaksi alergi lainnya seperti sakit perut dan memicu pembengkakkan persendian pada penderita encok.

9/04/2019

7 Jenis Jamur yang Aman untuk Disantap

7 Jenis Jamur yang Aman untuk Disantap


Jamur adalah tumbuhan yang tak punya klorofil. Umumnya tumbuh di tempat yang lembab dan cenderung bersifat parasit. Jamur ada yang bisa diolah menjadi masakan, ada pula yang justru mengandung racun. Jamur yang bisa dimasak pada umumnya mengandung aneka nutrisi yang bermanfaat seperti protein, air, kalori, karbohidrat, zat besi, kalsium, vitamin B, vitamin C dan serat.

1. Jamur Kuping


Jamur kuping memiliki tekstur kenyal (mirip gelatin) jika dalam keadaan segar. Namun pada keadaan kering, jamur kuping ini akan menjadi keras seperti tulang muda. Di pasaran, jamur kuping biasa dijual dalam kondisi kering. Sebelum digunakan untuk memasak, ada baiknya rendam jamur kuping kering terlebih dahulu sampai bentuknya kembali seperti semula. Bentuk jamur kuping seperti mangkuk atau cuping seperti kuping, tipis berdaging, dan kenyal.
Pada umumnya jamur kuping berwarna hitam atau coklat kehitaman akan tetapi adapula yang memiliki warna cokelat tua, dan berwarna putih yang dipasaran biasa disebut jamur Karang. Jamur kuping dan jamur karang biasanya diolah menjadi masakan seperti, sayur kimlo, campuran sup, nasi goreng jamur, tauco jamur, sukiyaki, dan bakmi jamur dengan rasa yang lezat dan tekstur lunak yang terasa segar dan kering.

2. Jamur Kancing


Jamur kancing atau champignon, memiliki bentuk yang hampir bulat seperti kancing dan berwarna putih bersih, krem, atau coklat muda. Jamur kancing merupakan jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Ada juga jenis jamur yang satu keluarga dengan jamur kancing, namanya jamur Lince, yang memiliki bentuk hampir sama dengan jamur kancing, namun memiliki batang yang lebih panjang. Di pasaran jamur kancing dapat diperoleh dalam kemasan kaleng dan segar. Jamur ini merupakan jamur yang paling sering diolah dalam segala macam masakan, karena teksturnya yang padat, kenyal dan memiliki rasa yang gurih. Biasanya jamur ini diolah menjadi sup, tumis jamur, campuran dalam saus pasta, dan masakan lainnya.

3. Jamur Merang


Jamur merang yang dapat dikonsumsi adalah jamur merang yang masih muda, bentuknya bulat telur, berwarna cokelat gelap hingga abu-abu dan dilindungi selubung. Jamur merang mempunyai rasa yang enak, gurih, dan tidak mudah berubah wujudnya jika dimasak, sehingga digunakan untuk berbagai macam masakan, seperti mi ayam jamur, tumis jamur, pepes jamur, sup jamur, cap cay, dan masakan lain.

4. Jamur Enoki



Jamur putih dengan bentuk seperti tauge ini memiliki tekstur yang garing dan aroma yang segar. Jamur ini banyak digunakan dalam berbagai masakan sup asal Jepang, Korea, Cina dan Vietnam. Buang bagian akarnya sebelum digunakan dalam masakan.

5. Jamur Shiitake


Di pasaran, jamur shiitake dapat diperoleh dalam kondisi segar atau kering. Jamur shiitake segar biasanya dimakan sebelum payung bagian bawah berubah warna menjadi kehitaman. Batang jamur shiitake agak keras dan umumnya tidak digunakan dalam masakan. Sebagian orang lebih menyukai jamur shiitake kering dibandingkan jamur shiitake segar karena jamur shiitake kering mempunyai aroma yang lebih harum. Sebelum diolah, jamur shiitake kering perlu direndam di dalam air. Di Jepang, jamur shiitake digunakan sebagai isi dari sup miso, digoreng sebagai tempura, campuran chawanmushi, udon, dan berbagai jenis masakan lain. Jamur shiitake juga digoreng hingga garing dan dijual sebagai keripik shiitake. Rusia juga memproduksi jamur shiitake dalam jumlah banyak dan dijual sebagai acar dalam kemasan botol.

6. Jamur Tiram


Siapa sih yang tidak tahu jamur tiram? Pasti tahu dong.
Bentuk jamur ini setengah lingkaran, seperti cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Umumnya tubuh jamur ini berwarna putih dan krem. Biasanya jamur ini diolah menjadi jamur goreng krispi, isian untuk lumpia, aneka sup, dan pepes jamur. Jamur ini memiliki tekstur yang lembut, sehingga ada yang menyebut seperti daging ayam.

7. Jamur Truffle


Boleh dibilang bahwa jamur truffle merupakan jamur yang paling mahal di antara jamur yang bisa dimakan lainnya. Jamur ini sangat eksklusif dan biasa disajikan di restoran-restoran bintang lima. Truffle tumbuh dengan menempel di akar pohon.
Penyebaran spora jamur ini diperoleh melalui fungivora, hewan yang mengkonsumsi jamur-jamuran. Untuk menemukan jamur truffle biasanya butuh bantuan anjing atau babi betina yang memiliki penciuman tajam. Walaupun rupanya tidak secantik jamur-jamur lain, tetapi rasa jamur truffle sangat lezat. Bahkan, jamur ini bisa dihargai sangat mahal di pasaran


Nah, itulah 7 Jenis Jamur yang Aman untuk Disantap. Jadi apa masakan jamur favoritmu?


Sumber : bacaterus.com


Apa sih Itu Jamur ? Baca deh!

Apa sih Itu Jamur ? Baca deh!



Apa Itu Jamur ?

Jamur merupakan organisme eukariotik yang dibagi dalam kingdom tertentu yang disebut fungi. Jamur dibagi dalam 4 divisi, yakni Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina. Ciri-cirinya bersifat eukariotik, dinding sel dilindungi zat kitin, multiseluler atau uniseluler, berukuran mikroskopis sampai makroskopis, bentuk tubuh bervariasi, termasuk organisme heterotrof karena tidak punya klorofil, dan tubuh tersusun dari hifa yang berbentu seperti benang. Terbagi menjadi 3 jenis, yaitu saprofit, parasit, dan mutual.


Ciri-ciri Jamur


Suatu organisme dikelompokkan dalam Kingdom Fungi, jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut.


  • Bersifat eukariotik, artinya inti selnya telah dibungkus oleh membran inti.
  • Pada umumnya, dinding selnya dilindungi oleh zat kitin.
  • Multiseluler atau uniseluler.
  • Berukuran mikroskopis sampai makroskopis.
  • Bentuk tubuhnya bervariasi, mulai bulat, oval, pipih.
  • Termasuk organisme heterotrof karena tidak memiliki klorofil.
  • Tubuhnya tersusun dari hifa yang berbentuk seperti benang (miselium).
  • Jenis-Jenis Jamur



Jamur itu juga dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan cara perolehan nutrisi ,

1. Jamur saprofit, yaitu jamur yang nutrisinya diperoleh dari hasil penguraian organisme lain yang telah mati atau bahan organik lain yang telah membusuk. Tak heran jika jamur jenis ini banyak ditemukan di antara tumpukan sampah atau bangkai.

2. Jamur parasit, yaitu jamur yang mendapatkan nutrisi dari inang yang ditumpanginya. Pada umumnya, jamur jenis ini bersifat merugikan, contohnya jamur penyebab penyakit kulit. Jamur parasit masih dibagi lagi menjadi dua, yaitu parasit obligat dan parasit fakultatif.

  • Jamur parasit obligat hanya dapat hidup di dalam tubuh inang.
  • Jamur parasit fakultatif bisa hidup di dalam maupun di luar inang.
3. Jamur mutual, yaitu jamur yang bersimbiosis dengan organisme lain dan keduanya saling menguntungkan, contohnya liken dan mikoriza.


Klasifikasi Jamur


Jamur atau kingdom Fungi dibagi ke dalam empat divisi, yaitu Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina.

A. Zygomycotina
1. Ciri-ciri Zygomycotina

Suatu jamur termasuk dalam divisi Zyzomycotina jika memiliki ciri-ciri berikut.


  • Alat reproduksi seksual berupa zigospora.
  • Tubuh memiliki banyak inti sel dan terususun atas hifa tanpa sekat. Tiga tipe hifa pada Zygomycotina, yaitu stolon, rizoid, dan sporangiofor.
  • Tidak membentuk tubuh buah.
  • Hidup sebagai saprofit, sebagian ada yang parasit.
  • Habitat di tempat sisa-sisa makhluk hidup.

2. Reproduksi Zygomycotina

Zygomycotina bereproduksi secara seksual dan aseksual.


  • Reproduksi aseksual

Reproduksi aseksual Zygomycotina diawali dengan fragmentasi hifa di mana hifa dewasa terputus dari hifa induk lalu tumbuh menjadi hifa baru. Kemudian, dilanjutkan dengan pembentukan sporangium yang nantinya diakhiri dengan pembentukan miselium baru.


  • Reproduksi seksual

Adapun reproduksi seksual Zygomycotina ditunjukkan oleh gambar berikut.


Reproduksi seksualnya diawali dengan pertemuan antara hifa (+) dan hifa (-). Kedua hifa tersebut akan membentuk gametangium. Jika kondisi lingkungan sesuai, gametangium akan berkembang menjadi zigosporangium. Di dalam zigosporangium akan terbentuk zigospora yang nantinya akan berkecambah membentuk sporangium. Sporangium ini merupakan tempat pembentukan spora. Nah, spora tersebut nantinya akan tersebar di atas tanah lalu membentuk jamur baru.

3. Contoh Organisme Zygomycotina


  • Rhizopus sp berperan dalam pembuatan tempe.
  • Mucor mucedo biasa ditemukan dalam kotoran ternak.
  • Pilobolus sp.
  • Beauveria bassiana.

B. Ascomycotina
1. Ciri-Ciri Ascomycotina


  • Reproduksi seksual menggunakan askospora.
  • Tubuh memiliki inti banyak dan terususun atas hifa bersekat.
  • Multiseluler dan uniseluler.
  • Umumnya hidup sebagai saprofit.

2. Reproduksi Ascomycotina

Ascomycotina bereproduksi secara seksual dan aseksual.


  • Reproduksi aseksual

Reproduksi aseksual Ascomycotina uniseluler dilakukan melalui tunas. Jika tunas terlepas dari sel induk, maka akan terbentuk organisme baru. Reproduksi aseksual Ascomycotina multiseluler dilakukan melalui fragmentasi hifa dan pembentukan konidia.


  • Reproduksi seksual

a. Reproduksi seksual Ascomycotina uniseluler dibentuk melalui askospora, seperti gambar berikut.

Untuk Acomycotina uniseluler, reproduksi seksualnya diawali dengan terjadinya konjugasi antara dua sel haploid yang berbeda jenis. Konjugasi tersebut akan membentuk zigot (2n). Selanjutnya, zigot akan membentuk askus tanpa askokarp sampai terbentuk empat inti haploid. Empat inti haploid tersebut akan menjadi askospora. Nah, askospora itulah yang nantinya akan menjadi jamur baru yang haploid (n). Lalu bagaimana untuk Ascomycotina multiseluler? Berikut ulasannya.

b. Ascomycotina multiseluler melakukan reproduksi seksual melalui askospora. Pembentukan askospora ini pada organisme multiseluler ini berbeda dengan uniseluler.

Reproduksi seksualnya diawali dengan terbentuknya alat reproduksi jantan dan betina melalui hifa (-) dan hifa (+). Hifa (-) akan membentuk askogonium, sedangkan hifa (+) akan membentuk anteredium. Selanjutnya, askogonium akan membentuk saluran ke arah anteredium. Saluran itu menjadi perantara bagi anteredium untuk membuahi askogonium. Lalu, askogonium akan tumbuh menjadi hifa dikarion. Nah, melalui serangkaian proses, hifa dikarion itu nantinya akan menjadi askus, yaitu tempat melekatnya askospora yang bersifat haploid.

3. Contoh Organisme Ascomycotina

a. Ascomycotina uniseluler


  • Saccharomyches sp atau biasa disebut ragi merupakan jamur pembuat tapai.
  • Candida sp, merupakan jamur parasit pada tubuh manusia.

b. Ascomycotina multiseluler


  • Penicillium notatum merupakan antibiotik.
  • Penicillium camemberti untuk pembuatan keju.
  • Aspergillus sp merupakan salah satu jamur yang berfungsi dalam pembuatan kecap, contohnya Aspergillus wentii.
  • Neurospora crassa merupakan jamur yang berperan dalam proses pembuatan oncom.
  • Clavicep purpurea merupakan jamur parasit penyebab penyakit gangren jika dikonsumsi.


C. Basidiomycotina
1. Ciri-Ciri Basidiomycotina


  • Reproduksi seksual menggunakan basidiospora.
  • Tubuhnya tersusun atas hifa bersekat.
  • Multiseluler dan berukuran makroskopis.
  • Beberapa jamur memiliki tubuh buah yang disebut basidiokarp.
  • Umumnya bersifat saprofit, tetapi ada juga yang parasit.
  • Habitat jamur saprofit di serasah tanah, batang kayu yang sudah mati, dan merang padi. Sedangkan jamur parasit hidup di tubuh makhluk hidup.

2. Reproduksi Basidiomycotina


  • Reproduksi aseksual

Reproduksi aseksual pada Basidiomycotina terjadi melalui konidiospora yang ada di ujung konidiofor. Tidak hanya itu, beberapa juga ada yang membentuk kuncup dan fragmentasi miselium.


  • Reproduksi seksual

Reproduksi seksualnya dilakukan dengan basidiospora. Adapun pembentukan basidiospora ditunjukkan oleh gambar berikut.

Reproduksi seksualnya diawali dengan pertemuan antara hifa (+) dan hifa (-). Pertemuan keduanya akan membentuk miselium dengan hifa dikariotik. Miselium ini kemudian akan berkembang menjadi basidiokarp. Permukaan bawah basidiokarp dilapisi oleh sel dikariotik (basidium). Sel dikariotik inilah kemudian akan berkembangg menjadi basidiospora yang bersifat haploid.

3. Contoh Organisme Basidiomycotina


  • Jamur merang (Volvariella volvaceae) merupakan salah satu jenis jamur yang biasa dibudidayakan untuk dikonsumsi sehari-hari. Mungkin Quipperian salah satu penggemar jamur merang ya?
  • Jamur kuping (Auricularia polytricha) merupakan jamur yang berwarna cokelat dengan tekstur permukaan agak kenyal. Jamur ini dinamakan jamur kuping karena bentuknya menyerupai kuping manusia.
  • Jamur tiram (Pleurotus sp) merupakan jamur yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Jamur ini berwarna putih dengan struktur daging cukup tebal.
  • Jamur shitake (Lentinula edodes) merupakan jamur yang dibudidayakan umumnya di Jepang untuk keperluan konsumsi.
  • Jamur karat (Puccinia graminis) merupakan jamur yang tidak memiliki tubuh buah. Umumnya hidup parasit berbentuk seperti karat di dedaunan.

D. Deuteromycotina
Deuteromycotina tergolong sebagai divisi jamur yang unik karena jamur-jamur yang termasuk dalam divisi ini belum diketahui cara reproduksi seksualnya. Tak heran jika Deuteromycotina biasa disebut jamur tak sempurna (Fungi imperfecti).

1. Ciri-ciri Deuteromycotina


  • Tersusun atas hifa bersekat dan dinding selnya terbuat dari kitin.
  • Jarang memiliki tubuh buah dan umumnya berukuran mikroskopis.
  • Bersifat saprofit atau parasit.

2. Reproduksi Deuteromycotina

Reproduksi aseksual Deuteromycotina diawali dengan pembentukan konidia, lalu pembentukan tunas, dan muncul spora dengan benang hifa.

3. Contoh Organisme Deuteromycotina


  • Tinea versicolor merupakan jamur penyebab panu.
  • Epidermophyton floccosum merupakan jamur penyebab infeksi kulit dan kuku pada manusia.
  • Trichophyton sp merupakan jamur penyebab kutu air pada manusia.

Itulah sedikit penjelasan tentang jamur yang ternyata banyak sekali ragamnya. Sebagian di antaranya pun berfungsi bagi kehidupan manusia. Tak heran jika banyak berkembang budidaya jamur di kalangan masyarakat. Mereka berhasil membudidayakan jamur karena memahami betul bagaimana cara reproduksi jamur dan seperti apa habitat tumbuhnya.

Semoga bermanfat ya.