Showing posts with label Bertani. Show all posts
Showing posts with label Bertani. Show all posts

11/11/2019

Alasan Kenapa Jamur Truffle Mahal Dan Cara Budidaya Secara Alami

Alasan Kenapa Jamur Truffle Mahal Dan Cara Budidaya Secara Alami





Truffle adalah bagian yang membesar dari jamur Ascomycetes, yang merupakan salah satu spesies jamur dari genus Tuber. Truffle adalah jamur ectomycorrhizal, dan dengan demikian biasanya ditemukan menempel ke akar pohon. Penyebaran sporanya didapat melalui fungivora, hewan yang memakan jamur-jamuran.

Truffle terkenal dan berharga tinggi dalam budaya kuliner Eropa dengan perannya sebagai penyedap makanan. Ahli tata boga Jean Anthelme Brillat-Savarin menyebut truffle sebagai "intannya dapur". Truffle sangat dihargai dalam masakan Prancis, Kroasia, Georgia, Bulgaria, Yunani, Italia, Timur Tengah, dan Spanyol, sebagaimana juga sangat dihargai dalam kuliner tingkat tinggi dunia.

Alasan Kenapa Jamur Truffle Mahal 

Meskipun tumbuh dengan cara yang sama, jamur truffle memiliki beberapa jenis. Beberapa yang paling dikenal adalah winter white, winter black, muscat black, musky black, Chinese black, Himalayan black, summer black, autumn black, dan white truffle. Bahkan terdapat lebih banyak lagi jenis jamur truffle, namun tidak semuanya dapat dikonsumsi. Jamur truffle jenis tertentu memiliki rasa yang buruk atau tidak berasa sama sekali.

Lantas, mengapa jamur truffle sangat mahal harganya? Alasan pertama karena truffle hanya dapat tumbuh dengan kondisi tanah dan udara tertentu. Truffle biasanya tumbuh di tempat dengan suhu yang lembab dan hangat pada siang hari dan dingin dimalam hari.

Jamur truffle juga hanya tumbuh di jenis pohon tertentu seperti pohon pinus, ek, dan hazel. Daerah-daerah di Italia dan Prancis dikenal sebagai habitat yang baik bagi truffle, namun beberapa jenis juga tumbuh di Pasifik Barat Laut dan Australia. Jamur ini tumbuh dengan lambat, memiliki musim yang singkat, dan tidak tahan lama ketika sudah diangkat dari tanah. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa jamur truffle membutuhkan waktu selama 4-6 tahun untuk tumbuh.

Setelah tumbuh, tahap selanjutnya adalah menemukan letak truffle. Pemburu jamur truffle dibantu oleh binatang dengan indera penciuman yang tajam untuk menemukannya. Saat memasuki tahap dewasa, jamur truffle secara alami akan mengeluarkan aroma yang dapat menarik hewan tertentu seperti babi.

Meski pun membantu, babi juga menimbulkan masalah karena kerap memakan truffle yang ditemukan. Karenanya, para pembudidaya truffle melatih anjing untuk berburu. Belum selesai sampai di situ, ketika sudah di temukan, tanah akan digali dengan hati-hati untuk mengangkat trufflenya. Beragam proses yang dilakukan dengan sangat hati-hati membuat harga jamur ini sangat tinggi.

Konsumen mendeskripsikan bahwa jamur truffle memberikan rasa umami dan sedikit aroma jamur yang lezat. Namun perlu diingat bahwa semakin lama truffle disimpan, semakin berkurang rasanya. Rasa yang khas membuat orang rela merogoh kocek yang tinggi untuk menikmatinya.

Meski begitu, tidak semua harga truffle setara. Jamur ini yang paling rendah harganya adalah jenis black truffle karena durasi panennya yang lebih lama, dapat dibekukan, dan tidak selangka jenis yang lain. Sementara, rekor harga tertinggi dipegang oleh white truffle. White truffle sangat langka dan tidak mudah diawetkan serta mengandung rasa yang sangat kuat. White truffle Eropa dibandrol seharga USD 3600 atau sekitar Rp 50,6 juta per 450 gram.


6 Cara Budidaya Jamur Truffle di Indonesia Secara Alami

Cara budidaya jamur truffle di Indonesia menjadi salah satu trend dalam budidaya jamur. Meskipun relatif sulit, namun tentunya jika kita memiliki pengetahuan serta juga skill yang mumpuni bukan berarti kita tidak akan mampu untuk melakukannya hingga mencapai keberhasilan.

Perlu di ketahui juga bahwa jakur truffle bagi sebagian kalangan masyarakat Indonesia belum cukup familiar. Sebab, jamur ini lebih dikenal sebagai hidangan yang melengkapi sebagian besar masakan eropa. Sehingga mayoritas konsumen jamur truffle berada di daratan eropa.

Adapun caranya yaitu :

1. Kenali Jenis Truffle

Sebelum mulai membudidayakan truffle maka tentu anda harus mengenali jamur yang yang satu ini. Sebab pastinya mulai dari karakter dan cara hidupnya akan berbeda dengan jenis jamur pada umumnya misal cara budidaya baglog jamur tiram atau juga cara budidaya jamur barat yang sudah umum di budidayakan. Di dunia sendiri khususnya masyarakat eropa mengenal dua jenis truffle, yakni truffle putih dan juga truffle hitam.

Namun dari kedua jenis tersebut yang paling digandrungi adalah jenis truffle putih yang dianggap lebih memiliki aroma yang tajam. Asal anda tahu bahwa jamur truffle inu bukan dikonsumsi dalam bentu sajian, namun hanya ditambahkan kedalam jenis makanan untuk memperkaya raaa dan juga aroma hidangan. Padahal jumlah yang ditambahkan hanya sedikit, namun itupun harganya sudah selangit.

Jamur truffle hitam dengan nama latin Tuber melanosporum jika dirupiahkan harga perkilonya mencapai 30 juta rupiah, sedangkan jamur truffle putih dengan nama latin Tuber magnatum harga perkilonya bisa mencapai 120 juta rupiah. Wah wah sudah seperti harga rumah ya, maka dari itu juga konsumen jamur ini jumlahnya terbatas sebab hanya menyisir kaum milyader dan elit yang rela merogoh kocek dalam dalam untuk menikmati sajian dari jamur truffle. Saking mahalnya sampai sampai truffle menjadi salah satu jenis makanan yang termasuk makanan termahal di dunia.

Tentu saja hal ini menambah gengsindari pada penikmatnya. Semaiin mahal harganya maka akan semakin diburu. Selain itu juga, tingkat kesulitan mendapatkan jamur truffle juga tidak bisa dipandang remeh. pemburu profesional saja kini mulai cukup kesulitan mendapatkan jamur truffle alami di alam bebas karena saking mahal harganya maka orang orang mulai berlomba mendapatkannya. Namun pastinya mendapatkan jamur truffle yang berkualitas bukan hal mudah, sebab minimal harus berusia dua tahun agar menghasilkan aroma yang khas, semakin lama umur jamur tersebut maka akan semakin mahal dan disukai konsumen.

2. Kenali Karakteristiknya


Langkah kedua adalah memahami karakteristik hidup dari si jamur truffle ini. Dimana jamur truffle selalu bersimbiosis dengan akar tanaman pohon oak. Tidah hanya iti saja ada beberapa hal yang juga harus anda ketahui, antara lain adalah :

  • Kondisi lingkungan harus di buat spesifik, dalam artian di habitat alaminya jamur truffle akan ditemukan di pedalaman hutan belantara yang masih alami serta juga lembab.
  • Wilayah tempat tumbuh bukanlah daerah dengan kondisi yang ekstrim, sehingga sebetulnya tidak direkomendasikan melakkukan budidaya di indonesia.
  • Sebab dengab kondisi cuaca yang tak menentu seperti saat ini maka faktor dan resiko kegagalan juga akan relatif besar.
  • Kondisi tanah harus subur dan gembur serta tidak mendapatkan paparan cahaya matahari penuh.
  • Habitat asli jamur truffle adalah negara yang memiliki 4 musim.
  • Lokasi paling ideal yang bisa menjadi referensi adalah daerah alba Italia. 

3. Pemilihan Lokasi Budidaya


Cara budidaya jamur truffle di indonesia yang selanjutnya adalah berkaitan dengan apa yang sudah di uraikan pada nomor dua. Bahwa sebaiknya pemilihan lokasi budidaya harus benar benar diperhatikan seperti pjuga pada cara budidaya jamur tiram f1. Sebab, jika tidak maka tentu budidaya hanya akan sia sia saja. Apalagi jamur truffle sendiri sangat begitu sensitif terutama terhadap perubahan cuaca. Oleh karena itu, sebisa mungkin pilih daerah dengan kondisi cuaca, geografis, tanah dan bentang alam yang mendukung sehingga budidaya anda tidak akan sia sia dan dapat memberikan hasil yang optimal.

4. Penanaman Pohon Oak


Sebagaimana yang telah dijelaskan pada poin awal bahwa jamur truffle merupakan jenis jamur yang tumbuh dan bersimbiosis dengan tanaman akar ek atau oak.

Maka tentu untuk mulai membudidayakannya anda harus menanam pohon Oak terlebih dahulu, dengan demikian maka secara alami diharapkan jamur truffle akan dapat tumbuh seperti juga dilakukan pada cara budidaya jamur merang dengan serbuk kayu .  Adapun cara untuk melakukan penanaman pohok Oak adalah sebagai berikut :

  • Buat lubang tanam dengan jarak 3-3,5 meter pertanaman.
  • Kemudian tanamkan bibit kedalam lubang tanam dan tambahkan pupuk kandang.
  • Tanaman oak sendiri merupakan jenis tanaman yang dapat tumbuh di hampir semua wilayah belahan bumi termasuk juga indonesia.
  • Untuk bibitnya anda bisa mendapatkan atau memesan pada toko bibit yang menyediakannya.
  • Batang tanaman oak dapat tumbuh sangat besar dan tinggi, karenanya sebaiknya di tanam pada lokasi dan lahan terbuka agar tidak menganggu. 

5. Perawatan Dan Pemeliharaan


Dalam setiap budidaya, perawatan dan pemeliharaan juga wajib dilakukan. Apalagi dalam budidaya ini bisa memakan durasi waktu yang panjang. Sehingga perawatan dan pemeliharaan harus terus dilakukan seperti yang juga dilakukan pada cara budidaya jamur merang alami . Tentunya ada 3 hal yang harus dilakukan antara lain :

  • Pengairan atau penyiraman wajib dilakukan untuk membuat tanaman dapat bertahan hidup. Apalagi pada saat awal masa pertumbuhan maka pengairan wajib dilakukan. Serta juga pada musin kering, penyiraman ini berfungsi untuk menjaga agar tanah tetap lembab, sehingga tanaman tidak mengalami kekeringan.
  • Penyiangan dilakukan untuk menyingkirkan tanaman penganggu seperti gulma atau rumout liar. Minimal penyiangan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Hal ini juga untuk mengantisipasi agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.
  • Pemupukan diberikan untuk memastikan tanaman tumbuh subur. Caranya adalah dengan memberikan tambahan unsur hara melalalui akar tanaman. Dapat diberikan langsung dengan ditabur atau juga dilarutkan bersamaan dengan proses penyiraman. Pupuk yang lazim diberikan adalah pupuk NPK Lengkap yang memiliki kandungan Nitrogen, Posfor dan Kalium.

6. Panen


Dari budidaya yang sudah dilakukan oleh Dr. Paul Thomas di Inggris, panen pertama mulai dapat dilakukan saat tanaman oak berusia 10 tahun. Maka anda harus cukup sabar menantinya, untuk memeprmudah anda bisa menggunakan bantuan dari indera penciuman anjing yang sudah terlatih atau babi betina.

Nah, itulah tadi Alasan Kenapa Jamur Truffle Mahal Dan Cara Budidaya Secara Alami. Selamat mencoba dan semoga artikel ini dapat bermanfaat.

11/02/2019

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih Mudah Dipraktikan Untuk Pemula

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih Mudah Dipraktikan Untuk Pemula 




Jamur kini menjadi bahan makanan yang banyak dicari. Budidaya jamur pun dikembangkan oleh masyarakat untuk memenuhi permintaan pasar.  Apalagi jamur memang merupakan makanan yang menyehatkan.
Budidaya jamur tiram sangat cocok untuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Investasi yang dibutuhkan untuk memulai udaha budidaya jamur tiram cukup murah dan bisa dilakukan bertahap. Bagian tersulit adalah membuat baglog, media tanam yang telah diinokulaikan dengan bibit jamur.

Berdasarkan manfaatnya, jamur dibagi menjadi tiga kelompok. Terdapat jamur yang bisa dikonsumsi, jamur yang digunakan obat, dan jamur yang beracun. Jamur yang bisa dikonsumsi ini memiliki nilai gizi yang tinggi dan disebut dengan jamur edible atau layak makan.
Jamur mengandung rendah kalori dan hampir tidak memiliki lemak. Vitamin D dan B12 juga bisa kamu temukan di dalam jamur, loh. Oleh karena itu, jamur sangat cocok untuk dikonsumsi.
Salah satu jamur yang bisa dikonsumsi adalah jamur tiram. Jamur tiram identik dengan bentuknya yang putih, lebar, tumbuh bergerombol seperti payung, dan bentuknya yang menyerupai cangkang tiram. Jamur tiram sangat mudah ditemukan apalagi di Indonesia. Oleh karena itu, tak jarang masyarakat membudidayakan jamur tiram ini karena banyak sekali peminatnya.

Nah, buat kamu yang mulai tertarik untuk membudidaykan jamur tiram ini, yuk simak ulasan berikut :


Cara budidaya jamur tiram untuk pemula

Ada banyak jenis jamur tiram, mulai dari jamur tiram abu-abu, tiram putih, cokelat, dan juga emas. Di setiap jenis jamur tiram ini, tentunya memiliki keunikannya masing-masing.
Namun salah satu jamur tiram yang banyak digandrungi oleh masyarakat adalah jamur tiram putih. Kebutuhan akan jamur tiram ini selalu tinggi karena disukai oleh hampir semua kalangan. Bahkan kreasi makanan dari jamur tiram putih ini banyak sekali.
Karena kebutuhannya yang semakin meningkat, tak jarang orang berkeinginan untuk membudidayakan jamur tiram putih ini. Buat para pemula yang igin memulai budidaya jamur tiram, biasanya memulai budidaya dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Berikut cara budidaya jamur tiram untuk pemula:

1. Siapkan Kumbung



Kumbung atau rumah jamur merupakan tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan atau ruangan yang diisi dengan rak-rak untuk meletakkan baglog. Ruangan ini harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.
Kumbung biasanya terbuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung bisa dibuat dari papan. Atapnya kamu bisa menggunakan genteng. Dianjurkan untuk tidak menggunakan atap asbes atau seng, karena akan mendatangkan panas.
Sedangkan pada bagian lantainya tetap menggunakan tanah, agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap.
Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat. Rak tersebut berfungsi untuk menyusun baglog. Rangka rak bisa dibuat dari bambu atau kayu. Posisi rak diletakkan berjajar dan antara rak satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong untuk perawatan.
Ukuran kumbung yang dianjurkan sebaiknya tidak kurang dari 40 cm. Rak bisa dibuat hanya 2 – 3 tingkat saja. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini mampu menyimpan 70 – 80 baglog. Banyaknya rak sendiri disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.
Sebelum mamasukkan baglog ke dalam kumbung, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

  • Pertama, kamu perlu membersihkan kumbung dan rak-rak dari kotoran.
  • Kedua, lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Perlu diamkan selama 2 hari sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung.
  • Terakhir, saat bau sudah hilang kamu bisa masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan. Di mana seluruh permukaannya sudah tertutupi dengan serabut putih.

2. Menyiapkan Baglog

Baglog adalah media tanam untuk meletakkan bibit jamur tiram. Karena jamur tiram merupakan jamur kayu, sehingga bahan utama dari baglog adalah serbuk gergaji.
Baglog dibungkus plastik berbentuk silender, yang dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Di lubang inilah jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.
Pada budidaya jamur tiram skala besar, petani jamur biasanya membuat baglog sendiri. Namun bagi pemula, biasanya baglog dibeli dari pihak lain. Sehingga petani bisa fokus hanya menjalankan usaha budidaya saja tanpa harus membuat baglog sendiri.

3. Cara Merawat Baglog



Terdapat dua cara menyusun baglog dalam rak, yaitu dengan diletakkan secara vertikal dan horizontal. Meletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas sedangkan cara horizontal lubang baglog menghadap ke samping.
Kedua cara budidaya jamur tiram ini memiliki kelebihannya masing-masing. Kalau disusun secara horizontal menjadi lebih aman dari siraman air. Karena jika penyiraman berlebih, air tidak akan masuk ke dalam baglog.
Selain itu, untuk melakukan panen lebih mudah. Hanya saja, penyusunan dengan cara horizontal ini lebih banyak memakan ruang.

Berikut cara budidaya jamur tiram dan perawatannya:


  • Sebelum menyusun baglog, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah, lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.
  • Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang tumbuh lebih lebar. Biarkan selama 3 hari, dan jangan didiram. Cukup siram pada bagian lantai saja.
  • Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan, maka akan semakin baik. Kamu bisa menyiramnya 2 – 3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Kamu tetap perlu menjaga suhu pada kisaran 16 – 24 derajat selsius.

Tips Memilih Bibit Jamur Tiram

Jika Anda membeli bibit jamur tiram berkualitas dari orang lain, Anda juga tidak bisa sepenuhnya percaya kepada mereka. Anda harus tetap memperhatikan beberapa hal berikut untuk menghindari hal yang tidak di inginkan :


  • Cek nilai BER (biological ratio) dari bibit tersebut. Untuk jamur tiram biasanya memiliki BER sekitar 75%
  • Instansi ternama yang saya maksudkan di atas adalah instansi yang sudah memiliki sertifikat atau sudah dilegalkan dari pemerintah
  • Miseliom tumbuh penuh dan merata
  • Cek kembali tanggal kadaluarsanya
  • Berkonsultasilah kepada mereka yang sudah berhasil membudidayakan jamur tiram. Tentu saja hal ini tidak mudah, karena Anda paling tidak harus akrab terlebih dahulu kepada mereka. Pengusaha jamur tiram yang sudah sukses tentunya tidak akan mudah membagikan resep kesuksesannya kepada orang yang tidak mereka kenal yang mungkin nanti suatu hari justru menjadi kompetitor mereka.
  • Selain mengenal jenis – jenis jamur tiram serta bagaimana cara memilih bibit yang berkualitas, Anda juga harus mengerti tentang media tanam untuk jamur tiram. Ada beberapa bahan yang dapat digunakan untuk menjadi media tanam. Beberapa bahan ini dicampur menjadi satu dengan komposisi yang sesuai dengan kebutuhan jamur tiram.


Untuk hal ini Anda harus mencari banyak referensi tentang komposisi yang pas untuk jenis jamur tiram yang akan Anda budidaya. Bahan – bahan tersebut adalah : serbuk kayu, bekatul, kapur CaCo, dan air. Komposisi yang ideal seharusnya menghasilkan media tanam yang jika digenggam tidak mengeluarkan air, namun jika dileas tidak pecah.

Memanen jamur


  • Kalau baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam waktu 1 – 2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5 – 8 kali, bila perawatannya baik.
  • Baglog dengan bobot sekitar 1 kilogram akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7 – 0,8 kilogram. Setelah itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos. Panen ini dilakukan pada jamur yang telah mekar dan membesar. Tepatnya bila ujung-ujungnua telah terlihat meruncing. Namun tudungnya belum pecah, warnanya masih putih bersih.
  • Bila masa panen lewat setengah hari saja, maka warna bisa menjadi agak kuning kecoklatan dan tudungnya akan pecah. Kalau sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2 – 3 minggu lagi.


Itulah Cara Budidaya Jamur Tiram Putih Mudah Dipraktikan Untuk Pemula, semoga ulasan singkat diatas bisa membantu untuk yang berminat belajar membudidayakan jamur tiram putih.

Serba-serbi Budidaya Jamur Tiram

Serba-serbi Budidaya Jamur Tiram





Jamur tiram atau dalam bahasa latin disebut Pleurotus sp. merupakan salah satu jamur konsumsi yang termasuk dalam Kelas Bosidiomycetes. Nama lain jamur tiram diantaranya adalah shimeji (jepang), Abalon mushroom atau ayster mushroom (Eropa atau Amerika), Supa liat (Jawa Barat). Warna tubuhnya juga bermacam-macam diantaranya putih, kecoklat-coklatan, keabu-abuan, kemerah-merahan, kekuning-kuningan, dan sebagainya sehingga namanya tergantung pada warna tubuhnya. Bila telah semakin tua, apalagi kalau sudah menjadi kering maka jamur tiram akan menjadi liat walaupun terus menerus direbus akan tetap liat. Jenis jamur yang paling banyak dicari adalah yang tumbuh secara alami yaitu biasanya tumbuh pada kayu lunak, seperti karet, kapuk, dan kidamar karena bentuknya besar, berdaging tebal,dan empuk.


Jamur Tiram yang di budidayakan

Jamur tiram yang telah banyak dibudidayakan oleh para petani jamur Indonesia secara umum antara lain :

1. Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). 

Jamur jenis ini memiliki tangkai yang  bercabang-cabang. Seperti juga namanya jamur tiram putih ini memang berwarna putih, tudung jamurnya bulat dengan diameter berkisar antara 3-15 cm. Jamur Tiram Putih sebagaimana jenis  jamur lainnya hidup pada kayu lapuk, serbuk gergaji, limbah daun dan batang jerami, ataupun limbah kapas.

Dinamakan sebagai jamur tiram putih karena mempunyai rasa dan tekstur yang mirip tiram dan memiliki warna putih. Tubuh buah pada jamur ini menyerupai cangkang pada kerang, memiliki tudung yang halus dan dengan panjang 5-15 cm. Saat masih muda, berbentuk seperti kancing kemudian akan berkembang manjadi bentuk pipih. Selain itu ketika masih muda, warna tudungnya yang cokelat gelap kebiru-biruan akan segera menjadi cokelat pucat dan berubah menjadi putih bila telah dewasa. Jamur ini memiliki tangkai yang sangat pendek berwarna putih. Jamur tiram putih sangat popular untuk saat ini. Teksturnya lembut, penampilannya menarik, dan cita rasanya relatif netral sehingga mudah untuk dipadukan pada berbagai masakan.

2. Jamur Tiram Abu-abu (Pleurotus cystidius). 

Jenis jamur tiram ini tangkainya tidak memiliki cabang, memiliki tudung berbentuk bulat dengan diameter lebih kecil dibandingkan dengan tudung jamur tiram putih. Tiram abu-abu keunggulannya yaitu mempunyai rasa manis.

3. Jamur Tiram Raja (Pleurotus umbellatus). 

Atau disebut juga King oyster tidak bercabang, memiliki tudung besar dengan warna kecoklat coklatan dan pecah-pecah pada bagian pinggirnya.

Kandungan Jamur Tiram


  • Kandungan protein jamur tiram rata-rata 3,5-4% dari berat basahnya. Hal tersebut berarti bahwa proteinnya dua kali lipat lebih tinggi bila dibandingkan dengan asparagus dan kubis. Bila dihitung dari berat kering jamur tiram maka kandungan proteinnya adalah 19-35%, sementara pada beras 7,3%, pada gandum 13,2%, pada kedelai 39,1% dan pada susu sapi 25,2%. Jamur tiram juga diketahui mengandung sembilan asam amino esensial yang tidak bisa disintesis dalam tubuh yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin dan fenilalanin.
  • Kandungan lemak jamur tiram setidaknya berkisar 72% dari total asam-asam lemaknya adalah asam lemak tidak jenuh. Jamur tiram juga mengandung sejumlah vitamin penting terutama kelompok vitamin B, vitamin C dan provitamin D yang akan diubah menjadi vitamin D dengan bantuan sinar matahari.
  • Kandungan vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), niasin dan provitamin D2 (ergosterol)-nya cukup tinggi. Jamur merupakan sumber mineral yang baik, Kandungan mineral utama yang tertinggi adalah kalium (K), kemudian fosfor (P), natrium (Na), kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Namun, jamur juga merupakan sumber mineral minor yang baik karena mengandung seng, besi, mangan, molibdenum, kadmium, dan tembaga. Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Mg mencapai 56-70 persen dari total abu, dengan kandungan kalium sangat tinggi mencapai 45 persen. Menurut Chang dan Miles kandungan logam berat itu masih jauh di bawah batas yang ditetapkan dalam undang-undang Fruit Product Order and Prevention of Food Adulteration Act tahun 1954. Oleh karena itu jamur tiram digolongkan sebagai salah satu sayuran yang aman untuk dikonsumsi setiap hari, merupakan sumber yang baik untuk asam-asam amino yang diperlukan oleh tubuh dalam membentuk protein, sumber yang baik untuk vitamin terutama vitamin B1, B2 dan provitamin D2, dan sumber mineral terutama kalium dan fosfor.


Karakteristik Jamur Tiram


  • Jamur tiram cukup adaptif dan bisa hidup pada daerah yang bersuhu antara 10°C s/d 32°C, artinya bila suhu 32°C maka jamur tiram akan tumbuh kurang baik. Adapun pertumbuhan jamur tiram secara optimum adalah pada suhu 25-26 °C. Secara alami daerah di Indonesia yang mempunyai suhu 25°C -26°C terdapat pada daerah dataran tinggi yaitu kira-kira pada daerah dengan ketinggian yang berkisar antara 500-1000 m dpl.
  • Jamur tiram dapat ditumbuh kembangkan secara buatan dengan memanfaatkan media buatan. Media yang umum digunakan adalah serbuk kayu yang dikemas dalam kantong plastik.
  • Pemeliharaan dapat dilakukan di dalam kumbung yang difasilitasi hujan buatan, disusun diatas rak secara vertikal.
  • Pertumbuhan dan produksi jamur tiram sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, sehingga peranan ketekunan pemelihara sangat menentukan.
  • Tubuh buah pada jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin: pleurotus ) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus. Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter tudung antara 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk.  Spora jamur tiram berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.


Di alam bebas, jamur tiram dapat dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan ataupun di daerah yang sejuk. Jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu sehingga tubuh buah jamur tiram sering terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang. Oleh karena itu, saat ingin membudidayakan jamur tiram ini, substrat yang dibuat juga harus memperhatikan habitat alaminya. Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamur tiram adalah serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu.

Jamur tiram, mengalami dua tipe perkembangbiakan selama siklus hidupnya, yaitu secara aseksual maupun secara seksual. Seperti halnya reproduksi aseksual yang terjadi pada jamur pada umumnya yaitu spora yang terbentuk secara endogen pada kantung spora (sporangium), spora aseksual yang disebut konidiospora terbentuk dalam konidium. Sedangkan reproduksi secara seksual terjadi melalui penyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet jantan dan gamet betina membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi primodia dewasa. Spora seksual pada jamur tiram putih, disebut juga basidiospora yang terletak pada kantung basidium.  Mula-mula basidiospora bergerminasi membentuk suatu masa miselium monokaryotik, yaitu miselium dengan inti haploid.

Miselium akan terus tumbuh hingga hifa pada miselium akan berfusi dengan hifa lain yang kompatibel sehingga terjadi plasmogami membentuk hifa dikaryotik. Setelah itu tubuh buah akan terbentuk apabila kondisi lingkungan sesuai ( suhu antara 10-20°C, kelembapan 85-90%, cukup cahaya, dan CO2 1000 ppm).

Terbentuknya tubuh buah diiringi dengan terjadinya kariogami dan meiosis pada basidium. Nukleus haploid hasil meiosis kemudian bermigrasi menuju tetrad basidiospora pada basidium.  Basidium ini terletak pada bilah atau sekat pada tudung jamur dewasa yang jumlahnya banyak (lamela).  Dari spora yang terlepas ini akan berkembang menjadi hifa monokarion. Hifa ini akan memanjangkan filamennya membentuk cabang hasil pembentukan dari dua nukleus dengan dibatasi oleh adanya septum (satu septum satu nukleus). Selanjutnya hifa monokarion akan mengumpul membentuk miselium awal yang berupa jaringan sambung menyambung berwarna putih dan akhirnya akan tumbuh menjadi miselium dewasa (kumpulan hifa dikarion).

Pada tingkatan ini, hifa-hifa mengalami tahapan plasmogami, kariogami dan meiosis sehingga membentuk bakal jamur yang akan tumbuh menjadi jamur dewasa. Jamur dewasa ini dapat langsung dipanen atau juga dipersiapkan untuk kembali menjadi bibit induk.


Manfaat Mengkonsumsi Jamur Tiram


  1. Jamur tiram aman dan baik untuk dikonsumsi setiap hari karena banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Manfaat jamur tiram diantaranya adalah untuk menekan kolesterol jahat di dalam darah, menyerap kelebihan kadar gula dalam darah dan menyeimbangkan metabolisme tubuh.
  2. Sejak berabad-abad lalu, jamur sudah menjadi makanan istimewa sehingga banyak orang menjadi penggemar. Jamur tiram juga diketahui memiliki khasiat obat untuk berbagai jenis penyakit seperti diabetes, lever dan anemia. Jamur tiram juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan karena memiliki serat yang tinggi, sebagai antioksidan yang dapat meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh membantu pencernaan, antikanker, antitumor, antivirus (termasuk AIDS) serta anti jamur, dan antibakteri.
  3. Sudah menjadi kebudayaan turun-temurun bagi masyarakat Jepang dan Cina untuk melengkapi menu dengan jamur. Bukan saja kelezatan rasa, tetapi juga nilai gizinya yang tinggi. Orang Yunani kuno percaya, makan jamur dapat menyebabkan seseorang menjadi lebih kuat dan sehat. Firaun, Raja Mesir yang terkenal sangat keji, diceritakan sangat suka makan jamur. Saking istimewanya jamur sampai-sampai raja menyebut jamur sebagai makanan para dewa.
  4. Tidak hanya menyedapkan, jamur mempunyai kandungan gizi yang cukup baik. Komposisi yang terkandung pada jamur tergantung jenis dan tempat tumbuhnya. Saat ini beberapa jamur dikembangkan sebagai obat untuk melawan kanker, kolesterol, dan AIDS. Senyawa aktif yang terkandung dalam jamur dikabarkan dapat berperan sebagai antijamur, antibakteri, dan antivirus serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat membunuh serangga dan nematoda. Pada tahun 1960, para peneliti berhasil menemukan pengaruh beberapa jamur sebagai antitumor. Komponen aktif yang dimaksud adalah polysaccharida, khususnya Beta - D - Glucans. Sebagai standardisasi produk dari jamur tiram disebut bahwa Plovastin berfungsi sebagai suplemen penurun kolesterol. Komponen aktif dari Plovastin adalah statin yang diketahui secara baik mampu menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia.
  5. Berdasarkan hasil penelitian Bobek dari Research Institute of  Nutrition Bratislava tentang "Natural products with hypolipemic and anti oxidant effect". Telah dilakukan studi pada sebuah grup sejumlah 57 laki-laki: perempuan = 1:1, dengan kasus hyperlipoproteinemia. Selama satu bulan penelitian, mereka mengonsumsi 10 gram jamur tiram secara teratur. Kesimpulan, secara statistik sangat bagus, yakni terjadi penurunan kolesterol dan serum 12,6% dan triglycerol turun 27,2%. Jamur tiram juga mempunyai efek antioksidan yaitu ditunjukkan dengan turunnya hasil peroksidasi di dalam eritrosit.
  6. Secara alami Beta-1,3/1-6-Glucan berasal dari polysaccharida yang secara intensif dipelajari sejak tahun 1950 sebagai antitumor serta perangkat immunostimulating yaitu perangkat untuk pemicu kekebalan. Pleuran adalah Beta- 1,3/1-6-Glucan yang diisolasi dari jamur tiram dengan kandungan polysaccharida tinggi, biasa digunakan untuk cream, salep, suspensi, dan bedak untuk perawatan wajah di dunia oleh peneliti dan perusahaan kosmetik untuk formulasinya (Contoh; Estee Lauder dan Clinique). Konsentrasi 0,5-2,00%. Perawatan wajah tersebut berguna untuk mengikat air, melembabkan kulit dan anti-inflamasi. Percobaan yang dilakukan pada 121 pasien berjerawat kronis, diberikan setiap hari selama 21 hari, hasilnya 73,5% kondisinya membaik, 18,2% sembuh total (Kuniak et al, 1995. Faculty of Pharmacy and STV, Batislava, Slovak Republic in Beta Glucan Health Center.


Sumber :

Serba Serbi Jamur Tiram
Oleh: Iqbal Nurul Azhar & Yunin H
Buku Serba-Serbi Bertani Jamur Tiram, 2015. Bangkalan: UTM Press

9/18/2019

Belajar Mudahnya Berternak Dan Tekhnik Pembibitan Jamur Tiram

Belajar Mudahnya Berternak Dan Tekhnik Pembibitan Jamur Tiram


Bisnis budidaya jamur tiram saat ini masih berpotensi meningkat seiring dengan dikenalnya jamur sebagai bahan pangan eksotis. Saat ini banyak restoran, kafe, hotel yang menghidangkan beragam menu jamur. Penikmat jamur pun kini semakin banyak dari beragam kelas sosial. Jamur sendiri mengandung serat, betaglucan, vitamin B, mineral, kalium dan beberapa jenis karbohidrat.

Dalam menjalankan bisnis budidaya jamur, keberadaan bibit menjadi salah satu kebutuhan utama sebelum memulai usaha. Bahkan bisa dikatakan bibit jamur menjadi bagian dari modal usaha yang perlu Anda persiapkan sebaik mungkin. Sebab, dengan bermodalkan bibit jamur yang berkualitas bagus maka hasil panen yang akan Anda dapatkan juga bisa maksimal. Namun sebaliknya, bila bibit jamur yang Anda gunakan kualitasnya kurang bagus maka bisa dipastikan hasil panen jamur yang didapatkan juga belum bisa maksimal.

Untuk membantu Anda mempersiapkan bibit, berikut kami informasikan teknik pembuatan bibit jamur yang bisa Anda lakukan sebelum memulai usaha.

Bibit jamur F1


Proses pembibitan F1 dilakukan dengan mengambil spora langsung dari indukan jamur dewasa. Spora bisa Anda ambil di kantong spora yang terletak pada ujung basidia. Yang dimaksud dengan basidia sendiri adalah bagian dari tubuh jamur yang terletak pada sekat-sekat atau bilah-bilah jamur dewasa. Untuk teknik pembibitan F1, Anda bisa menggunakan media Potatoes Dextorse Agar (PDA) untuk menghasilkan kultur murni jamur konsumsi. Biasanya dari satu tabung bibit F1 bisa digunakan untuk memulai usaha jamur skala menengah.

Log botol merupakan tahap adaptasi awal/peralihan  miselium jamur tiram dari media PDA (Potato Dextrose Agar) ke media produksi yang berupa serbuk kayu. salah satu Komposisi/formula medium yang dapat digunakan diantaranya serbuk kayu : Jagung : Beras Merah : gula Putih : NPK (tambahan)  : Air secukupnya dengan perbandingan 100 : 100 : 25 : 4 : 1.

Proses pembuatannya :



  • Campurkan semua bahan ke dalam panci kemudian dimasak seperti menanak nasi.
  • Setelah matang kemudian dinginkan dan masukkan ke dalam  botol sebanyak ¾ volume botol.
  • Tutup botol dengan menggunakan plastik tahan panas
  • Sterilisasi menggunakan autoklaf / panci presto selama 20 -30 menit.
  • Log botol yang telah steril selanjutnya diinokulasi dengan menggunakan miselium jamur tiram yang terdapat pada medium PDA.


Bibit Jamur F2 (Bibit Tebar)

Setelah bibit F1 berhasil diproduksi, satu tabung bibit F1 yang dihasilkan bisa diturunkan menjadi 40 botol bibit F2. Proses ini dilakukan dengan memasukan PDA (Potatoes Dextorse Agar) ke media lain berupa biji-bijian untuk memperbanyak miselium. Beberapa jenis biji-bijan yang bisa Anda gunakan misalnya saja seperti gandum, sorgum, atau jagung yang kemudian dikemas dengan menggunakan botol.

Log tebar merupakan log adaptasi miselium jamur tiram untuk skala produksi yang lebih besar. Komposisi medium F2 pada dasarnya sama dengan log produksi F3. Yang membedakannya hanya kapasitas/bobot medium. Log tebar biasanya dibuat dengan bobot 0,5 kg.

Komposisi Medium yang digunakan yaitu serbuk kayu : dedak : jagung : kapur  (CaCO3) : NPK dengan perbandingan 100 : 10 : 5 : 2,5 : 1.

Proses pembuatan :



  • Semua bahan dicampurkan sambil ditambahkan air. Banyaknya air disesuaikan hingga medium kompak yaitu ketika dikepal tidak terurai dan ketika diperas tidak mengeluarkan air.
  • Sebanyak 0,5 kg medium selanjutnya dimasukkan ke dalam plastik tahan panas ukuran 1 kg kemudian padatkan dan ditutup dengan mengikatnya menggunakan karet sambil menyelipkan kapas/kapuk pada bagian atas.
  • Sterilisasi selama tidak kurang dari 4 jam.  Setelah steril,  simpan log di tempat yang bersih.
  • Setelah dingin inokulasikan miselium jamur tiram yang berasal dari botol selai/saus.


Bibit Jamur F3 (Bibit Produksi)


Selanjutnya bibit jamur F2 diturunkan lagi menjadi bibit jamur F3. Proses ini bertujuan untuk memperbanyak pertumbuhan miselium dari bibit F2. Kemudian hasil dari bibit F3 biasanya digunakan untuk pembibitan pada media tanam jamur yang biasanya menggunakan baglog berisi serbuk gergaji kayu.

Bibit Jamur F4 (Bibit Produksi/Baglog)


Baglog merupakan pengembangan dari bibit F3 yang ditanam di dalam baglog. Rata-rata setiap botol bibit F3 bisa dikembangkan dalam 40 baglog jamur. Penanaman bibit dilakukan dengan cara memasukan bibit ke dalam leher baglog hingga penuh. Proses ini membutuhkan ketelitian dan peralatan yang serba steril, agar bibit yang dikembangkan tidak terkontaminasi organisme lain. Biasanya baglog disebut juga dengan bibit siap tanam atau bibit yang biasa dibudidayakan petani di rumah kumbung jamur.

Semoga informasi pembibitan jamur ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca sebelum akhirnya mempelajari cara budidaya jamur selanjutnya. Bekali diri Anda dengan pengetahuan di bidang jamur, dan mulailah berbisnis jamur sekarang juga.