9/13/2019

Rusty Bleeding Tooth Fungus (Jamur Gigi Darah)

Rusty Bleeding Tooth Fungus (Jamur Gigi Darah)



Ya Rusty Bleeding Tooth Fungus (Jamur Gigi Darah)-Dikenal secara ilmiah sebagai hydnellum peckii, jamur gigi berdarah muda itu mendapatkan namanya dari fakta bahwa cairan merah kental mengalir melalui pori-porinya, menciptakan penampilan darah.

Hydnellum peckii adalah jamur yang tidak dapat dimakan, dan anggota dari genus Hydnellum dari famili Bankeraceae. Jamur ini adalah spesies hydnoid, menghasilkan spora pada permukaan vertikal duri atau gigi seperti proyeksi yang menggantung dari permukaan bawah tubuh buah. Jamur ini ditemukan di Amerika Utara, Eropa, dan baru-baru ini ditemukan di Iran (2008) dan Korea (2010). Hydnellum peckii adalah spesies mikoriza, dan bentuk hubungan yang saling menguntungkan dengan berbagai pohon konifer, tumbuh di tanah sendiri-sendiri, tersebar, atau dalam massa menyatu.

Rusty bleeding tooth fungus paling sering ditemukan di kawasan hutan di Eropa dan Amerika Utara.
Meskipun jamur mudah dikenali ketika muda, mereka menjadi gelap dan sulit dikenali saat menua.
Fitur lain yang tidak biasa adalah fakta bahwa jamur memiliki duri seperti taring di bagian bawah tutupnya.

Hydnellum peckii


Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Fungi
Filum: Basidiomycota
Kelas: Agaricomycetes
Ordo: Thelephorales
Famili: Bankeraceae
Genus: Hydnellum
Spesies: H. peckii

Nama binomialHydnellum peckii
Banker
Sinonim
Calodon peckii (Banker) Snell & E.A. Dick
Hydnum peckii (Banker) Sacc.

Meskipun penampilannya mengerikan, jamur ini sebenarnya bisa dimakan tetapi para ahli menyarankan untuk tidak memakannya, karena jamur ini memiliki rasa yang sangat pahit dan pedas.

9/10/2019

Deuteromycotina

Deuteromycotina



Deuteromycotina tergolong sebagai divisi jamur yang unik karena jamur-jamur yang termasuk dalam divisi ini belum diketahui cara reproduksi seksualnya. Tak heran jika Deuteromycotina biasa disebut jamur tak sempurna (Fungi imperfecti).

1. Ciri-ciri Deuteromycotina


  • Tersusun atas hifa bersekat dan dinding selnya terbuat dari kitin.
  • Jarang memiliki tubuh buah dan umumnya berukuran mikroskopis.
  • Bersifat saprofit atau parasit.

2. Reproduksi Deuteromycotina

Reproduksi aseksual Deuteromycotina diawali dengan pembentukan konidia, lalu pembentukan tunas, dan muncul spora dengan benang hifa.

3. Contoh Organisme Deuteromycotina


  • Tinea versicolor merupakan jamur penyebab panu.
  • Epidermophyton floccosum merupakan jamur penyebab infeksi kulit dan kuku pada manusia.
  • Trichophyton sp merupakan jamur penyebab kutu air pada manusia.

Basidiomycotina

Basidiomycotina

Jamur yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari sebagian besar termasuk dalam kelas Basidiomycetes. Saat ini telah diketahui kurang lebih 12.000 jenis Basidiomycetes dan tidak ada satu pun yang menyebabkan infeksi penyakit pada manusia. Kebanyakan Basidiomycetes adalah saprobe dan parasit pada tumbuhan dan serangga. Beberapa jenis Basidiomycetes enak dimakan dan aman, namun banyak ditemukan jenis yang menghasilkan racun mikotoksin yang dapat menyebabkan kematian jika termakan. Jamur yang dibudidayakan karena mempunyai nilai ekonomis disebut jamur.


1. Ciri-Ciri Basidiomycotina


  • Reproduksi seksual menggunakan basidiospora.
  • Tubuhnya tersusun atas hifa bersekat.
  • Multiseluler dan berukuran makroskopis.
  • Beberapa jamur memiliki tubuh buah yang disebut basidiokarp.
  • Umumnya bersifat saprofit, tetapi ada juga yang parasit.
  • Habitat jamur saprofit di serasah tanah, batang kayu yang sudah mati, dan merang padi. Sedangkan jamur parasit hidup di tubuh makhluk hidup.

2. Reproduksi Basidiomycotina


  • Reproduksi aseksual

Reproduksi aseksual pada Basidiomycotina terjadi melalui konidiospora yang ada di ujung konidiofor. Tidak hanya itu, beberapa juga ada yang membentuk kuncup dan fragmentasi miselium.


  • Reproduksi seksual

Reproduksi seksualnya dilakukan dengan basidiospora. Adapun pembentukan basidiospora ditunjukkan oleh gambar berikut.

Reproduksi seksualnya diawali dengan pertemuan antara hifa (+) dan hifa (-). Pertemuan keduanya akan membentuk miselium dengan hifa dikariotik. Miselium ini kemudian akan berkembang menjadi basidiokarp. Permukaan bawah basidiokarp dilapisi oleh sel dikariotik (basidium). Sel dikariotik inilah kemudian akan berkembangg menjadi basidiospora yang bersifat haploid.

3. Contoh Organisme Basidiomycotina


  • Jamur merang (Volvariella volvaceae) merupakan salah satu jenis jamur yang biasa dibudidayakan untuk dikonsumsi sehari-hari. Mungkin Quipperian salah satu penggemar jamur merang ya?
  • Jamur kuping (Auricularia polytricha) merupakan jamur yang berwarna cokelat dengan tekstur permukaan agak kenyal. Jamur ini dinamakan jamur kuping karena bentuknya menyerupai kuping manusia.
  • Jamur tiram (Pleurotus sp) merupakan jamur yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Jamur ini berwarna putih dengan struktur daging cukup tebal.
  • Jamur shitake (Lentinula edodes) merupakan jamur yang dibudidayakan umumnya di Jepang untuk keperluan konsumsi.
  • Jamur karat (Puccinia graminis) merupakan jamur yang tidak memiliki tubuh buah. Umumnya hidup parasit berbentuk seperti karat di dedaunan.

Ascomycotina

Ascomycotina




Saat ini dikenal sekitar 15.000 spesies Ascomycota. Jamur ini hifanya kecil memanjang, diameternya sekitar 5 mikrometer yang bercabang-cabang membentuk miselium. Hifanya bersepta dengan satu sel terdiri satu nukleat (hifa uninukleat), namun pada beberapa jenis ditemukan hifa multinukleat. Dinding selnya tersusun atas zat kitin dan beta-glukan. Ascomycota bersifat heterotrof baik sebagai saprofit maupun sebagai parasit dan sering bersimbiosis dengan organisme lain seperti Cyanobacteria membentuk lichen atau lumut kerak. Kelompok ini dicirikan oleh pembentukan askus sebagai tempat pembentukan askospora. Askus merupakan kantong tempat terbentuknya askospora, setiap askus berisi antara 2 – 8 askospora, yang kebanyakan hidup sebagai saproba dan parasit pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Sebagian Ascomycetes berupa jamur uniseluler misalnya khamir atau ragi. Khamir tidak membentuk hifa, selnya berbentuk bulat atau oval yang dapat bertunas (berkuncup) sehingga membentuk rantai sel atau hifa semu. Khamir melakukan reproduksi dengan membentuk tunas yang diikuti pembelahan inti. Terbentuk dua inti sel, salah satu inti sel kemudian bergerak ke dalam kuncup sehingga terbentuk sel anak yang dapat memisahkan diri atau tetap bersatu membentuk koloni. Jika lingkungan kurang menguntungkan sel khamir berkembang biak secara seksual. Sel khamir dapat berfungsi sebagai askus yang berisi empat askospora haploid yang tahan terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. Spora yang dihasilkan dapat berkecambah membentuk sel-sel kecil yang bulat. Kemudian sel-sel yang bersesuaian dapat melakukan peleburan membentuk sel diploid yang berukuran lebih besar.

1. Ciri-Ciri Ascomycotina


  • Reproduksi seksual menggunakan askospora.
  • Tubuh memiliki inti banyak dan terususun atas hifa bersekat.
  • Multiseluler dan uniseluler.
  • Umumnya hidup sebagai saprofit.

2. Reproduksi Ascomycotina

Ascomycotina bereproduksi secara seksual dan aseksual.


  • Reproduksi aseksual

Reproduksi aseksual Ascomycotina uniseluler dilakukan melalui tunas. Jika tunas terlepas dari sel induk, maka akan terbentuk organisme baru. Reproduksi aseksual Ascomycotina multiseluler dilakukan melalui fragmentasi hifa dan pembentukan konidia.


  • Reproduksi seksual

a. Reproduksi seksual Ascomycotina uniseluler dibentuk melalui askospora, seperti gambar berikut.

Untuk Acomycotina uniseluler, reproduksi seksualnya diawali dengan terjadinya konjugasi antara dua sel haploid yang berbeda jenis. Konjugasi tersebut akan membentuk zigot (2n). Selanjutnya, zigot akan membentuk askus tanpa askokarp sampai terbentuk empat inti haploid. Empat inti haploid tersebut akan menjadi askospora. Nah, askospora itulah yang nantinya akan menjadi jamur baru yang haploid (n). Lalu bagaimana untuk Ascomycotina multiseluler? Berikut ulasannya.

b. Ascomycotina multiseluler melakukan reproduksi seksual melalui askospora. Pembentukan askospora ini pada organisme multiseluler ini berbeda dengan uniseluler.

Reproduksi seksualnya diawali dengan terbentuknya alat reproduksi jantan dan betina melalui hifa (-) dan hifa (+). Hifa (-) akan membentuk askogonium, sedangkan hifa (+) akan membentuk anteredium. Selanjutnya, askogonium akan membentuk saluran ke arah anteredium. Saluran itu menjadi perantara bagi anteredium untuk membuahi askogonium. Lalu, askogonium akan tumbuh menjadi hifa dikarion. Nah, melalui serangkaian proses, hifa dikarion itu nantinya akan menjadi askus, yaitu tempat melekatnya askospora yang bersifat haploid.

3. Contoh Organisme Ascomycotina

a. Ascomycotina uniseluler


  • Saccharomyches sp atau biasa disebut ragi merupakan jamur pembuat tapai.
  • Candida sp, merupakan jamur parasit pada tubuh manusia.

b. Ascomycotina multiseluler


  • Penicillium notatum merupakan antibiotik.
  • Penicillium camemberti untuk pembuatan keju.
  • Aspergillus sp merupakan salah satu jamur yang berfungsi dalam pembuatan kecap, contohnya Aspergillus wentii.
  • Neurospora crassa merupakan jamur yang berperan dalam proses pembuatan oncom.
  • Clavicep purpurea merupakan jamur parasit penyebab penyakit gangren jika dikonsumsi.


Zygomycotina

Zygomycotina

Saat ini dikenal sekitar 600 jenis yang termasuk Zycomycetes. Semua jamur ini hanya menghasilkan spora nonmotil (aplanospora) dan tidak menghasilkan spora kembara (zoospora). Hal ini menunjukkan kemajuan tingkat evolusi dari jamur primitif yang hidup di air menuju jamur yang lebih maju yang hidup di darat. Zycomycetes banyak ditemukan di tanah lembab yang kaya bahan organik. Sebagian hidup sebagai saprofit dan yang lain merupakan parasit pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Hifanya bersifat senosit yaitu tidak bersepta dengan inti haploid, terdapat hifa yang berfungsi sebagai penyerap makanan (rhizoid) dan penghubung (stolon). 
(Hemi Budiati. 2009: 84)


1. Ciri-ciri Zygomycotina

Suatu jamur termasuk dalam divisi Zyzomycotina jika memiliki ciri-ciri berikut.


  • Alat reproduksi seksual berupa zigospora.
  • Tubuh memiliki banyak inti sel dan terususun atas hifa tanpa sekat. Tiga tipe hifa pada Zygomycotina, yaitu stolon, rizoid, dan sporangiofor.
  • Tidak membentuk tubuh buah.
  • Hidup sebagai saprofit, sebagian ada yang parasit.
  • Habitat di tempat sisa-sisa makhluk hidup.

2. Reproduksi Zygomycotina

Zygomycotina bereproduksi secara seksual dan aseksual.


  • Reproduksi aseksual

Reproduksi aseksual Zygomycotina diawali dengan fragmentasi hifa di mana hifa dewasa terputus dari hifa induk lalu tumbuh menjadi hifa baru. Kemudian, dilanjutkan dengan pembentukan sporangium yang nantinya diakhiri dengan pembentukan miselium baru.


  • Reproduksi seksual

Adapun reproduksi seksual Zygomycotina ditunjukkan oleh gambar berikut.


Reproduksi seksualnya diawali dengan pertemuan antara hifa (+) dan hifa (-). Kedua hifa tersebut akan membentuk gametangium. Jika kondisi lingkungan sesuai, gametangium akan berkembang menjadi zigosporangium. Di dalam zigosporangium akan terbentuk zigospora yang nantinya akan berkecambah membentuk sporangium. Sporangium ini merupakan tempat pembentukan spora. Nah, spora tersebut nantinya akan tersebar di atas tanah lalu membentuk jamur baru.

3. Contoh Organisme Zygomycotina


  • Rhizopus sp berperan dalam pembuatan tempe.
  • Mucor mucedo biasa ditemukan dalam kotoran ternak.
  • Pilobolus sp.
  • Beauveria bassiana.


Dalam perkembangannnya Zygomycetes memunculkan kelompok baru yaitu

Glomeromycetes 

Glomeromycetes merupakan kelompok jamur yang sebagian besar bersimbiosis dengan tanaman yaitu membentuk mikoriza arbuskuler. Mikoriza merupakan bentuk jamur yang hidup dan bersimbiosis pada akar tanaman tingkat tinggi. Mikoriza membentuk hifa khusus yang tumbuh membentuk miselium yang melingkupi ujung akar. Beberapa jenis tanaman pertanian bergantung pada mikoriza untuk dapat tumbuh optimal.

Terdapat dua tipe Mikoriza, yaitu sebagai berikut.

Ektomikoriza, hifa jamur tidak menembus ke dalam akar (korteks) melainkan hanya sampai pada epidermis saja, contoh jamur yang berasosiasi dengan akar pinus.
Endomikoriza, hifa jamur menembus sampai ke bagian korteks, misalnya terdapat pada tanaman anggrek dan sayuran seperti kol dan bit.
Glomeromycetes mula-mula termasuk dalam kingdom Zycomycetes, tetapi Walker dan Schubler pada tahun 2002 memisahkannya menjadi kingdom tersendiri karena terdapat perbedaan dengan Zycomycetes. Saat ini baru sekitar 150 jenis Glomeromycota yang telah diteliti. Ciri khas Glomeromycota adalah hidupnya selalu bersimbiosis dengan tumbuhan (tidak dapat hidup bebas), membentuk arbuskuler yang bercabang dikotomi pada akar tumbuhan), hifanya tak bersekat, dan menghasilkan spora multinukleat berukuran besar dan berdinding tebal. Arbuskuler merupakan struktur yang digunakan sebagai tempat pertukaran makanan antara jamur dan tanaman inang. Jenis lain membentuk struktur seperti balon pada akar inang yang disebut vesikel. Arbuskuler dan vesikel juga berfungsi sebagai tempat penimbunan hasil metabolisme jamur. Glomeromycota berkembang biak secara aseksualmembentuk spora. Jika kondisi menguntungkan, spora berkecambah membentuk apresoria pada akar tumbuhan inang dan membentuk mikoriza baru. Reproduksi seksual pada Glomeromycota tidak ditemukan. Beberapa contoh Glomeromycota adalah Glomus mosseae, G. claroideum, Archaeospora leptoticha, Sclerocystis, Acaulospora, dan Entrophospora. 

(Hemi Budiati. 2009: 85-86).

Struktur Jamur (Fungi)

Struktur Jamur (Fungi)



Dunia jamur atau kingdom Fungi (tunggal: Fungus), memiliki sekitar 99.000 spesies yang telah dikenali, termasuk ragi (yeast), jamur (mushroom), jamur karat, jamur api, dan cendawan (mold). Fungi adalah salah satu diantara organisme-organisme yang tersebar luas di bumi dan memiliki peranan penting dalam dunia medis dan lingkungan.

Definisi Fungi
Kata latin Fungus diturunkan dari kata Yunani sphongos (σφογγος), yang mengacu pada struktur makroskopis dan morfologi dari jamur dan cendawan. Terdapat berbagai definisi jamur, diantaranya: salah satu dari berbagai kelompok organisme eukariotik uniseluler atau multiseluler yang hidup dengan menguraikan dan menyerap bahan organik di mana mereka tumbuh, yang terdiri dari jamur, cendawan, lumut, jamur api, jamur karat, dan ragi, dan diklasifikasikan dalam kingdom Fungi, atau dalam beberapa sistem klasifikasi, dalam divisi Fungi (Thallophyta) dari kingdom Plantae. Kata kunci di sini adalah Fungi dapat berupa organisme eukariotik uniseluler atau multiseluler, dan hidup dengan menguraikan bahan organik.

Ciri-Ciri | Karakteristik Fungi
Ciri-ciri jamur adalah sebagai berikut:


  • Merupakan organisme eukaryota. Sel Fungi mempunyai inti yang terbungkus membran yang mengandung DNA (intron dan ekson), juga mempunyai organel yang terbungkus membran seperti mitokondria.
  • Fungi tidak mempunyai kloroplas, sehingga merupakan organisme heterotrof. Fungi memperoleh nutrisi dari menguraikan bahan organik (saprotrof) atau bersifat parasit.
  • Fungi mempunyai dinding sel dan vakuola
  • Dinding sel Fungi tersusun atas glukan dan kitin; glukan juga terdapat pada tanaman dan kitin terdapat pada rangka luar arthropoda. Fungi adalah satu-satunya organisme yang dapat menggabungkan dua struktur molekul ini dalam dinding sel. Dinding sel pada jamur sejati tidak mengandung selulosa. 
  • Sel-sel dari kebanyakan Fungi tumbuh berbentuk tabung, memanjang, dan seperti benang (filamen) yang disebut dengan hifa. Tabung itu sendiri dapat tanpa sekat, atau bersekat-sekat dan terbagi menjadi kompartemen-kompartemen (sel), sekat tersebut disebut dengan septa. Hifa yang tidak bersekat disebut dengan senositik (coenocytic). Pada hifa jenis ini terdapat banyak inti sel yang tersebar dalam sitoplasma (multinukleat). Hifa kemudian bercabang berulang kali menjadi jaringan rumit dan meluas secara radial yang disebut miselium, yang kemudian membentuk talus.
  • Lebih dari 70 spesies Fungi menampilkan bioluminesensi.
  • Jamur ditemukan di semua daerah beriklim sedang dan tropis, asalkan ada kelembaban yang cukup untuk memungkinkan mereka tumbuh.

ragi-yeast

Ragi (yeast) | Photo by Bob Blaylock is licensed under CC-BY-SA-3.0

cendawan-mold

Cendawan (mold) | Photo by Calimo is licensed under CC-BY-SA-3.0


Struktur Morfologi Fungi
Struktur tubuh jamur tersusun atas benang-benang (filamen) berbentuk silinder dengan diameter 2-10 µm, panjang beberapa sentimeter, yang tertutup oleh dinding sel yang kaku. Filamen ini disebut dengan hifa, yang kemudian bercabang berulang-ulang menjadi jaring-jaring kompleks yang disebut miselium. Hifa dapat tanpa henti (tanpa sekat), atau bersekat-sekat dan terbagi menjadi kompartemen-kompartemen (sel), sekat tersebut disebut dengan septa, sedangkan hifa yang tidak bersekat disebut dengan senositik. Miselium tumbuh dengan menggunakan unsur hara dari lingkungan, lalu ketika mencapai tingkat kematangan tertentu, dapat bercabang untuk menjadi tangkai spora (konidiofor atau sporangiofor) yang membentuk spora (konidiospora atau sporangiospora) untuk berkembang biak. Beberapa Fungi, seperti ragi, tidak membentuk miselium tetapi tumbuh sebagai sel tunggal yang berkembang biak dengan budding (tunas) atau pada jenis tertentu dengan membelah diri.



morfologi-jamur
(1) hifa, (2) konidiofor, (3) phialide, (4) konidia, (5) septa

Photo by Y_tambe is licensed under CC-BY-SA-3.0
Miselium-miselium Fungi dapat dilihat dengan mata telanjang, seperti pada dinding basah dan makanan basi. Fungi ini yang sering disebut dengan cendawan (mold). Miselium yang tumbuh pada media laboratorium umumnya disebut koloni. Koloni ini dapat menunjukan bentuk dan warna karena pigmentasi dan warna, yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi spesies atau kelompok.

Fungi tidak memiliki tubuh yang terdiferensiasi dengan jelas, sehingga tidak memiliki akar, batang, dan daun. Tubuh seperti ini disebut dengan talus. Semua bagian dari talus memiliki potensi untuk tumbuh. Apabila potongan miselium ditempatkan pada kondisi yang tepat untuk tumbuh, miselium ini kemudian tumbuh menjadi talus baru bahkan jika tidak ada ujung yang tumbuh yang termasuk dalam bagian yang dipotong.

jamur-basidiokarp

Jamur-basidiokarp | Photo by Dohduhdah is not licensed (Public Domain)

Apotesium, struktur khusus yang penting dalam reproduksi seksual pada Ascomycetes, berbentuk seperti mangkok yang memegang lapisan jaringan yang mengandung sel-sel pembawa spora. Tubuh buah ini pada Basidiomycetes (basidiocarps), dan beberapa Ascomycetes kadang dapat tumbuh sangat besar, dan merupakan bentuk “buah” jamur yang umum kita kenal.

Referensi
 Indeks Pelajaran


Referensi : https://www.tentorku.com/definisi-struktur-dan-karakteristik-fungi-jamur/

Tahapan Siklus Hidup Jamur Tiram

Tahapan Siklus Hidup Jamur Tiram



Jamur mempunyai siklus hidup yang harus kita pahami agar ditemukan teknologi-teknologi baru di bidang budidaya jamur seperti telah ditemukannya teknologi-teknologi baru di bidang 'budidaya' manusia, seperti inseminasi buatan dan bayi tabung.
Berikut tahapan siklus hidup jamur tiram yang saya ambil dari Buku Untung Besar dari Bisnis Jamur Tiram karya Suryani Rahmat, dan Nurhidayat, yang diterbitkan oleh Agro Media Pustaka.
1. Pelepasan dan penyebaran spora (basidospora)
Spora jamur berukuran sangat kecil dan ringan. Spora yang telah matang akan lepas terbawa angin ketempat yang jauh atau jatuh ke tanah di sekitarnya.
2. Germinasi atau perkecambahan
Jika tempat jatuhnya spora mendukung pertumbuhan jamur, maka spora akan tumbuh menjadi kecambah berupa helaian tipis yang disebut hifa. Berbeda halnya dengan spora yang jatuh di tempat yang kurang subur, spora tersebut tetap akan bertahan selama beberapa tahun. Pada saatnya, spora itu akan tumbuh menjadi jamur jika kondisi lingkungannya telah mendukung jamur untuk tumbuh. Itulah sebabnya, pada saat awal musim hujan ketika kelembaban udara mencukupi, sering ditemukan jamur tumbuh di kayu-kayu yang telah lapuk.
3. Pembentukan miselium
Hifa yang tumbuh dari proses germinasi selanjutnya tumbuh dan bertambah panjang membentuk helaian yang menyerupai anyaman inilah disebut miselium jamur. Pada jenis jamur konsumsi, miselium jamur umumnya berwarna plutih bersih. Pada fase inilah jamur budi daya diperbanyak dan dijadikan sebagai bibit produksi.
4. Pembentukan tubuh buah
Setelah miselium menyebar dan menutupi seluruh permukaan media tumbuh, selanjutnya akan muncul tunas-tunas jamur berbentuk menyerupai kancing. Dalam proses ini. Para ahli menyebutnya pin head atau primordial. Seiring waktu, tunas ini tumbuh membesar membentuk tubuh buah. Di bagian tubuh buah, terdapat tudung yang masih menguncup pada saat masih muda. Namun, ketika jamur tumbuh menjadi dewasa, tudung akan merekah dan melebar. Melalui proses perpanjangan batang (elongation), cawan dan tudung yang semula menyatu akan saling menjauh.
5. Pembentukan spora kembali
Bagian bawah tudung jamur tersusun oleh bagian yang berbentuk garis-garis dari pangkal yang kemudian menyebar ke ujung tudung. Bagian ini disebut basidia, tempat jutaan spora jamur dihasilkan untuk selanjutnya menyebar. Dengan demikian, spora baru yang dihasilkan jamur dewasa siap menyebar kembali untuk memulai generasi jamur selanjutnya.


Nah itulah Tahapan Siklus Hidup Jamur Tiram semoga bermanfaat.

9/04/2019

7 Jenis Jamur yang Aman untuk Disantap

7 Jenis Jamur yang Aman untuk Disantap


Jamur adalah tumbuhan yang tak punya klorofil. Umumnya tumbuh di tempat yang lembab dan cenderung bersifat parasit. Jamur ada yang bisa diolah menjadi masakan, ada pula yang justru mengandung racun. Jamur yang bisa dimasak pada umumnya mengandung aneka nutrisi yang bermanfaat seperti protein, air, kalori, karbohidrat, zat besi, kalsium, vitamin B, vitamin C dan serat.

1. Jamur Kuping


Jamur kuping memiliki tekstur kenyal (mirip gelatin) jika dalam keadaan segar. Namun pada keadaan kering, jamur kuping ini akan menjadi keras seperti tulang muda. Di pasaran, jamur kuping biasa dijual dalam kondisi kering. Sebelum digunakan untuk memasak, ada baiknya rendam jamur kuping kering terlebih dahulu sampai bentuknya kembali seperti semula. Bentuk jamur kuping seperti mangkuk atau cuping seperti kuping, tipis berdaging, dan kenyal.
Pada umumnya jamur kuping berwarna hitam atau coklat kehitaman akan tetapi adapula yang memiliki warna cokelat tua, dan berwarna putih yang dipasaran biasa disebut jamur Karang. Jamur kuping dan jamur karang biasanya diolah menjadi masakan seperti, sayur kimlo, campuran sup, nasi goreng jamur, tauco jamur, sukiyaki, dan bakmi jamur dengan rasa yang lezat dan tekstur lunak yang terasa segar dan kering.

2. Jamur Kancing


Jamur kancing atau champignon, memiliki bentuk yang hampir bulat seperti kancing dan berwarna putih bersih, krem, atau coklat muda. Jamur kancing merupakan jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Ada juga jenis jamur yang satu keluarga dengan jamur kancing, namanya jamur Lince, yang memiliki bentuk hampir sama dengan jamur kancing, namun memiliki batang yang lebih panjang. Di pasaran jamur kancing dapat diperoleh dalam kemasan kaleng dan segar. Jamur ini merupakan jamur yang paling sering diolah dalam segala macam masakan, karena teksturnya yang padat, kenyal dan memiliki rasa yang gurih. Biasanya jamur ini diolah menjadi sup, tumis jamur, campuran dalam saus pasta, dan masakan lainnya.

3. Jamur Merang


Jamur merang yang dapat dikonsumsi adalah jamur merang yang masih muda, bentuknya bulat telur, berwarna cokelat gelap hingga abu-abu dan dilindungi selubung. Jamur merang mempunyai rasa yang enak, gurih, dan tidak mudah berubah wujudnya jika dimasak, sehingga digunakan untuk berbagai macam masakan, seperti mi ayam jamur, tumis jamur, pepes jamur, sup jamur, cap cay, dan masakan lain.

4. Jamur Enoki



Jamur putih dengan bentuk seperti tauge ini memiliki tekstur yang garing dan aroma yang segar. Jamur ini banyak digunakan dalam berbagai masakan sup asal Jepang, Korea, Cina dan Vietnam. Buang bagian akarnya sebelum digunakan dalam masakan.

5. Jamur Shiitake


Di pasaran, jamur shiitake dapat diperoleh dalam kondisi segar atau kering. Jamur shiitake segar biasanya dimakan sebelum payung bagian bawah berubah warna menjadi kehitaman. Batang jamur shiitake agak keras dan umumnya tidak digunakan dalam masakan. Sebagian orang lebih menyukai jamur shiitake kering dibandingkan jamur shiitake segar karena jamur shiitake kering mempunyai aroma yang lebih harum. Sebelum diolah, jamur shiitake kering perlu direndam di dalam air. Di Jepang, jamur shiitake digunakan sebagai isi dari sup miso, digoreng sebagai tempura, campuran chawanmushi, udon, dan berbagai jenis masakan lain. Jamur shiitake juga digoreng hingga garing dan dijual sebagai keripik shiitake. Rusia juga memproduksi jamur shiitake dalam jumlah banyak dan dijual sebagai acar dalam kemasan botol.

6. Jamur Tiram


Siapa sih yang tidak tahu jamur tiram? Pasti tahu dong.
Bentuk jamur ini setengah lingkaran, seperti cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Umumnya tubuh jamur ini berwarna putih dan krem. Biasanya jamur ini diolah menjadi jamur goreng krispi, isian untuk lumpia, aneka sup, dan pepes jamur. Jamur ini memiliki tekstur yang lembut, sehingga ada yang menyebut seperti daging ayam.

7. Jamur Truffle


Boleh dibilang bahwa jamur truffle merupakan jamur yang paling mahal di antara jamur yang bisa dimakan lainnya. Jamur ini sangat eksklusif dan biasa disajikan di restoran-restoran bintang lima. Truffle tumbuh dengan menempel di akar pohon.
Penyebaran spora jamur ini diperoleh melalui fungivora, hewan yang mengkonsumsi jamur-jamuran. Untuk menemukan jamur truffle biasanya butuh bantuan anjing atau babi betina yang memiliki penciuman tajam. Walaupun rupanya tidak secantik jamur-jamur lain, tetapi rasa jamur truffle sangat lezat. Bahkan, jamur ini bisa dihargai sangat mahal di pasaran


Nah, itulah 7 Jenis Jamur yang Aman untuk Disantap. Jadi apa masakan jamur favoritmu?


Sumber : bacaterus.com


Apa sih Itu Jamur ? Baca deh!

Apa sih Itu Jamur ? Baca deh!



Apa Itu Jamur ?

Jamur merupakan organisme eukariotik yang dibagi dalam kingdom tertentu yang disebut fungi. Jamur dibagi dalam 4 divisi, yakni Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina. Ciri-cirinya bersifat eukariotik, dinding sel dilindungi zat kitin, multiseluler atau uniseluler, berukuran mikroskopis sampai makroskopis, bentuk tubuh bervariasi, termasuk organisme heterotrof karena tidak punya klorofil, dan tubuh tersusun dari hifa yang berbentu seperti benang. Terbagi menjadi 3 jenis, yaitu saprofit, parasit, dan mutual.


Ciri-ciri Jamur


Suatu organisme dikelompokkan dalam Kingdom Fungi, jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut.


  • Bersifat eukariotik, artinya inti selnya telah dibungkus oleh membran inti.
  • Pada umumnya, dinding selnya dilindungi oleh zat kitin.
  • Multiseluler atau uniseluler.
  • Berukuran mikroskopis sampai makroskopis.
  • Bentuk tubuhnya bervariasi, mulai bulat, oval, pipih.
  • Termasuk organisme heterotrof karena tidak memiliki klorofil.
  • Tubuhnya tersusun dari hifa yang berbentuk seperti benang (miselium).
  • Jenis-Jenis Jamur



Jamur itu juga dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan cara perolehan nutrisi ,

1. Jamur saprofit, yaitu jamur yang nutrisinya diperoleh dari hasil penguraian organisme lain yang telah mati atau bahan organik lain yang telah membusuk. Tak heran jika jamur jenis ini banyak ditemukan di antara tumpukan sampah atau bangkai.

2. Jamur parasit, yaitu jamur yang mendapatkan nutrisi dari inang yang ditumpanginya. Pada umumnya, jamur jenis ini bersifat merugikan, contohnya jamur penyebab penyakit kulit. Jamur parasit masih dibagi lagi menjadi dua, yaitu parasit obligat dan parasit fakultatif.

  • Jamur parasit obligat hanya dapat hidup di dalam tubuh inang.
  • Jamur parasit fakultatif bisa hidup di dalam maupun di luar inang.
3. Jamur mutual, yaitu jamur yang bersimbiosis dengan organisme lain dan keduanya saling menguntungkan, contohnya liken dan mikoriza.


Klasifikasi Jamur


Jamur atau kingdom Fungi dibagi ke dalam empat divisi, yaitu Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina.

A. Zygomycotina
1. Ciri-ciri Zygomycotina

Suatu jamur termasuk dalam divisi Zyzomycotina jika memiliki ciri-ciri berikut.


  • Alat reproduksi seksual berupa zigospora.
  • Tubuh memiliki banyak inti sel dan terususun atas hifa tanpa sekat. Tiga tipe hifa pada Zygomycotina, yaitu stolon, rizoid, dan sporangiofor.
  • Tidak membentuk tubuh buah.
  • Hidup sebagai saprofit, sebagian ada yang parasit.
  • Habitat di tempat sisa-sisa makhluk hidup.

2. Reproduksi Zygomycotina

Zygomycotina bereproduksi secara seksual dan aseksual.


  • Reproduksi aseksual

Reproduksi aseksual Zygomycotina diawali dengan fragmentasi hifa di mana hifa dewasa terputus dari hifa induk lalu tumbuh menjadi hifa baru. Kemudian, dilanjutkan dengan pembentukan sporangium yang nantinya diakhiri dengan pembentukan miselium baru.


  • Reproduksi seksual

Adapun reproduksi seksual Zygomycotina ditunjukkan oleh gambar berikut.


Reproduksi seksualnya diawali dengan pertemuan antara hifa (+) dan hifa (-). Kedua hifa tersebut akan membentuk gametangium. Jika kondisi lingkungan sesuai, gametangium akan berkembang menjadi zigosporangium. Di dalam zigosporangium akan terbentuk zigospora yang nantinya akan berkecambah membentuk sporangium. Sporangium ini merupakan tempat pembentukan spora. Nah, spora tersebut nantinya akan tersebar di atas tanah lalu membentuk jamur baru.

3. Contoh Organisme Zygomycotina


  • Rhizopus sp berperan dalam pembuatan tempe.
  • Mucor mucedo biasa ditemukan dalam kotoran ternak.
  • Pilobolus sp.
  • Beauveria bassiana.

B. Ascomycotina
1. Ciri-Ciri Ascomycotina


  • Reproduksi seksual menggunakan askospora.
  • Tubuh memiliki inti banyak dan terususun atas hifa bersekat.
  • Multiseluler dan uniseluler.
  • Umumnya hidup sebagai saprofit.

2. Reproduksi Ascomycotina

Ascomycotina bereproduksi secara seksual dan aseksual.


  • Reproduksi aseksual

Reproduksi aseksual Ascomycotina uniseluler dilakukan melalui tunas. Jika tunas terlepas dari sel induk, maka akan terbentuk organisme baru. Reproduksi aseksual Ascomycotina multiseluler dilakukan melalui fragmentasi hifa dan pembentukan konidia.


  • Reproduksi seksual

a. Reproduksi seksual Ascomycotina uniseluler dibentuk melalui askospora, seperti gambar berikut.

Untuk Acomycotina uniseluler, reproduksi seksualnya diawali dengan terjadinya konjugasi antara dua sel haploid yang berbeda jenis. Konjugasi tersebut akan membentuk zigot (2n). Selanjutnya, zigot akan membentuk askus tanpa askokarp sampai terbentuk empat inti haploid. Empat inti haploid tersebut akan menjadi askospora. Nah, askospora itulah yang nantinya akan menjadi jamur baru yang haploid (n). Lalu bagaimana untuk Ascomycotina multiseluler? Berikut ulasannya.

b. Ascomycotina multiseluler melakukan reproduksi seksual melalui askospora. Pembentukan askospora ini pada organisme multiseluler ini berbeda dengan uniseluler.

Reproduksi seksualnya diawali dengan terbentuknya alat reproduksi jantan dan betina melalui hifa (-) dan hifa (+). Hifa (-) akan membentuk askogonium, sedangkan hifa (+) akan membentuk anteredium. Selanjutnya, askogonium akan membentuk saluran ke arah anteredium. Saluran itu menjadi perantara bagi anteredium untuk membuahi askogonium. Lalu, askogonium akan tumbuh menjadi hifa dikarion. Nah, melalui serangkaian proses, hifa dikarion itu nantinya akan menjadi askus, yaitu tempat melekatnya askospora yang bersifat haploid.

3. Contoh Organisme Ascomycotina

a. Ascomycotina uniseluler


  • Saccharomyches sp atau biasa disebut ragi merupakan jamur pembuat tapai.
  • Candida sp, merupakan jamur parasit pada tubuh manusia.

b. Ascomycotina multiseluler


  • Penicillium notatum merupakan antibiotik.
  • Penicillium camemberti untuk pembuatan keju.
  • Aspergillus sp merupakan salah satu jamur yang berfungsi dalam pembuatan kecap, contohnya Aspergillus wentii.
  • Neurospora crassa merupakan jamur yang berperan dalam proses pembuatan oncom.
  • Clavicep purpurea merupakan jamur parasit penyebab penyakit gangren jika dikonsumsi.


C. Basidiomycotina
1. Ciri-Ciri Basidiomycotina


  • Reproduksi seksual menggunakan basidiospora.
  • Tubuhnya tersusun atas hifa bersekat.
  • Multiseluler dan berukuran makroskopis.
  • Beberapa jamur memiliki tubuh buah yang disebut basidiokarp.
  • Umumnya bersifat saprofit, tetapi ada juga yang parasit.
  • Habitat jamur saprofit di serasah tanah, batang kayu yang sudah mati, dan merang padi. Sedangkan jamur parasit hidup di tubuh makhluk hidup.

2. Reproduksi Basidiomycotina


  • Reproduksi aseksual

Reproduksi aseksual pada Basidiomycotina terjadi melalui konidiospora yang ada di ujung konidiofor. Tidak hanya itu, beberapa juga ada yang membentuk kuncup dan fragmentasi miselium.


  • Reproduksi seksual

Reproduksi seksualnya dilakukan dengan basidiospora. Adapun pembentukan basidiospora ditunjukkan oleh gambar berikut.

Reproduksi seksualnya diawali dengan pertemuan antara hifa (+) dan hifa (-). Pertemuan keduanya akan membentuk miselium dengan hifa dikariotik. Miselium ini kemudian akan berkembang menjadi basidiokarp. Permukaan bawah basidiokarp dilapisi oleh sel dikariotik (basidium). Sel dikariotik inilah kemudian akan berkembangg menjadi basidiospora yang bersifat haploid.

3. Contoh Organisme Basidiomycotina


  • Jamur merang (Volvariella volvaceae) merupakan salah satu jenis jamur yang biasa dibudidayakan untuk dikonsumsi sehari-hari. Mungkin Quipperian salah satu penggemar jamur merang ya?
  • Jamur kuping (Auricularia polytricha) merupakan jamur yang berwarna cokelat dengan tekstur permukaan agak kenyal. Jamur ini dinamakan jamur kuping karena bentuknya menyerupai kuping manusia.
  • Jamur tiram (Pleurotus sp) merupakan jamur yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Jamur ini berwarna putih dengan struktur daging cukup tebal.
  • Jamur shitake (Lentinula edodes) merupakan jamur yang dibudidayakan umumnya di Jepang untuk keperluan konsumsi.
  • Jamur karat (Puccinia graminis) merupakan jamur yang tidak memiliki tubuh buah. Umumnya hidup parasit berbentuk seperti karat di dedaunan.

D. Deuteromycotina
Deuteromycotina tergolong sebagai divisi jamur yang unik karena jamur-jamur yang termasuk dalam divisi ini belum diketahui cara reproduksi seksualnya. Tak heran jika Deuteromycotina biasa disebut jamur tak sempurna (Fungi imperfecti).

1. Ciri-ciri Deuteromycotina


  • Tersusun atas hifa bersekat dan dinding selnya terbuat dari kitin.
  • Jarang memiliki tubuh buah dan umumnya berukuran mikroskopis.
  • Bersifat saprofit atau parasit.

2. Reproduksi Deuteromycotina

Reproduksi aseksual Deuteromycotina diawali dengan pembentukan konidia, lalu pembentukan tunas, dan muncul spora dengan benang hifa.

3. Contoh Organisme Deuteromycotina


  • Tinea versicolor merupakan jamur penyebab panu.
  • Epidermophyton floccosum merupakan jamur penyebab infeksi kulit dan kuku pada manusia.
  • Trichophyton sp merupakan jamur penyebab kutu air pada manusia.

Itulah sedikit penjelasan tentang jamur yang ternyata banyak sekali ragamnya. Sebagian di antaranya pun berfungsi bagi kehidupan manusia. Tak heran jika banyak berkembang budidaya jamur di kalangan masyarakat. Mereka berhasil membudidayakan jamur karena memahami betul bagaimana cara reproduksi jamur dan seperti apa habitat tumbuhnya.

Semoga bermanfat ya.